Harga Rokok akan Naik? Ini kata Memkeu

POTENSINETWORK.COM – Untuk meningkatkan efektifitas kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) guna mendukung upaya mengurangi konsumsi rokok, kenaikan tarif juga akan mencakup Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang juga akan diiringi dengan kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) CHT.

DBH CHT dialokasikan untuk memitigasi dampak pada tenaga kerja SKT.

“Kita mengalokasikan DBH CHT ini untuk daerah agar daerah bisa membantu tenaga kerja terutama yang terkena dampak negatif dari kebijakan CHT yang kita naikkan untuk melindungi sisi konsumen dan anak-anak,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR, Rabu (15/12).

Baca Juga  Menkeu Optimis Indonesia Mampu Jaga Penerimaan Negara 2022

Dalam paparannya Menkeu menyatakan tenaga kerja SKT semakin menurun seiring dengan pergeseran produksi rokok ke produk buatan mesin. Dari jumlah 195.432 orang pada tahun 2010, jumlah tenaga kerja SKT pada tahun 2019 turun menjadi 140.996 orang.

Penggunaan DBH CHT secara spesifik ditujukan kepada buruh tani tembakau atau buruh pabrik rokok terdampak dalam bentuk pemberian Bantuan Langsung Tunai, pelatihan keterampilan kerja, dan bantuan modal usaha.

Adapun untuk petani tembakau, DBH CHT dialokasikan untuk peningkatan kualitas bahan baku, iuran jaminan produksi, subsidi harga, serta bantuan bibit, benih, pupuk, sarana dan prasarana produksi.

Baca Juga  Rp 30 Triliun untuk Pembangunan IKN Telah Dianggarkan Tahun 2023

“Untuk DBH CHT kami akan terus memperbaiki policy-nya,” katanya.