News  

Menelusuri Jejak Nenek Moyang Orang Sunda, Indraprahasta Sponsor Sang Purbasora

Ilustrasi. Dokpri

Oleh: Ubaidillah, Terjemahan Catatan Drs. Yosep Iskandar

POTENSINETWORK.COM – Sebagaimana ulasan sebelumnya, Wijayakusuma dijadikan putra mahkota Kerajaan Galuh, dan Bimaraksa putra dari Jantaka dijadikan sebagai senapati (patih).

Dengan demikian, Kerajaan Galuh dikuasai oleh keturunan Sang Sempakwaja dan Janraka, di mana keduanya putra dari Praburesi Wretikandayun. Sedangkan Sang Amara alias Sang Mandiminyak berpulang terlebih dahulu kepada Hyang Murbawisesa.

Sang Sena bisa merebut tahta Galuh dikarenakan dukungan Kerajaan ndraprahasta (Cirebon). Perlu dicatat bahwa Indraprahasta di sini, sama sekali tidak ada hubungannya dengan nama kerajaan di dunia pewayangan.

Baca Juga  Dua Bobotoh Meninggal Dunia Karena Terinjak-injak, Begini Kata Humas Polda Jabar

Kerajaan Indraprahasta berada di Area Cirebon Girang ( Cirebon Selatan ) atau Kabupaten Cirebon masa kini. Berdiri pada tahun 363 Masehi oleh Sang Maharesi Santanu, berasal dari wilayah Sungai Gangga India.

Tidak jauh berbeda dengan Maharesi Jayasingawarman yang mendirikan Tarumanagara.

Sang Santanu bersama para pengiringnya meloloskan diri dari gempuran pasukan Samudra Gupta Maurya ke Indraprahasta setelah sebelumnya singgah dulu di Sri Langka dan ka Benggala.

Jawa Barat ketika itu tengah berada pada kekuasaan Salakanagara dibawah pimpinan Prabu Darmawirya Dewawarman VIII.

Baca Juga  Menelusuri Jejak-Jejak Nenek Moyang Orang Sunda

Sang Sentanu yang masih berkerabat dengan Sang Raja diberi izin untuk mendiriian pedukuhan di area Salakanagara. Berdirilah sebuah dukuh (desa) di pinggiran Sungai Cirebon yang diberi nama Indraprahasta, gunung Ciremai diganti nama menjadi Gunung Indrakila. Sungainya pun diberi nama Gangganadi.