Dibangun dengan Dana Banke Jabar, Dishub KBB Terapkan ATCS

Penerapan ATCS di KBB. Foto: cecep darozak)

POTENSINETWORK.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini telah menerapkan sistem pemantau dan pengendalian arus lalu lintas atau Automatic Traffic Control System (ATCS).

Pembangunan Sistem tersebut menggunakan dana yang berasal dari Bantuan Keuangan (Banke) Provinsi Jawa Barat pada anggaran perubahan tahun 2021 lalu.

Kadishub KBB, Lukmanul Hakim, mengatakan, sistem ATCS itu didukung dengan 129 CCTV yang terpasang di 50 titik persimpangan dan ruas jalan yang ada di Bandung Barat.

“Pada CCTV yang terpasang itu disematkan dengan analitic software PLATO. ATCS ini dipantau dan dikendalikan oleh Command Centre Room (CC Room) yang terletak di Kantor Dishub KBB serta di Posko Wasdal Tagog Padalarang,” katanya. Rabu, (5/1/2022).

Baca Juga  Jabar Matangkan PLTB di Garut Selatan,Teknologi Denmark Siap Hasilkan 1.600 MW,

Ia menjelaskan, sistem ini berfungsi memantau kondisi arus lalu lintas.

Menurutnya, kondisi yang terpantau akan dijadikan bahan pengendaliannya.

Misalnya, lanjut dia, jika terpantau ada pengendara melakukan pelanggaran bisa diingatkan melalui speaker yang terpasang di CCTV.

Contohnya, lanjut Lukman lagi, seperti tidak menggunakan helm dan lainnya. Kemudian, bila terpantau terjadi kemacetan di persimpangan atau ruas jalan.

Penanggung jawab pemantauan, kata Lukman, dapat memerintahkan langsung melalui radio komunikasi VHF kepada tim Unit Reaksi Cepat (URC) Wasdal yang bertugas di lokasi terdekat untuk menguraikan kemacetan tersebut.

Baca Juga  Flyover Simpang Padalarang bukan Hanya untuk Warga KBB

“ATCS Dishub KBB ini ATCS sejenis analitik yang memiliki kelebihan lain, bila dibandingkan dengan ATCS konvensional lainnya. Karena dapat menganalisa berbagai hal seperti, menghitung jumlah kendaraan yang lewat,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menyebutkan, mengidentifikasi kendaraan yang terpantau berdasarkan jenis, tipe dan ukuran, sehingga, dapat memudahkan dalam pengendalian dan pelaporannya.

“Ini uga dapat mengidentifikasi kendaraan yang dikategorikan ODOL atau Over Dimension and Over Load yang seringkali dianggap melanggar aturan,” katanya.

Ia berharap, sistem ini dapat bermanfast dan berfungsi dengan baik.

Baca Juga  Ridwan Kamil: Kendaraan Listrik Adalah Keniscayaan

“Untuk meningkatkan kinerja Dinas Perhubungan KBB dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.***