Gebyar Vaksinasi Anak Usia 6-11 Thn Ditinjau Kapolri, Bupati Bandung: Tak Ada Alasan Menunda PTM

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.S, didampingi Bupati Bandung, Dadang Supriatna, saat meninjau Gebyar Vaksinasi Bagi Anak Usia 6-11 tahun, di Dome Balerame Soreang, Jumat (7/1/2022). Istimewa

POTENSINETWORK.COM — Upaya meminimalisir risiko penularan Covid-19 terus digencarkan secara terintegrasi, salah satunya melalui vaksinasi anak.

Menjelang pembukaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di Kabupaten Bandung, Pemkab Bandung bersama Polresta Bandung menggelar Gebyar Vaksinasi Bagi Anak Usia 6-11 tahun, di Dome Balerame Soreang, Jumat (7/1/2022).

Agenda gebyar vaksinasi ditinjau lansung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si didampingi Kapolda bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung, untuk memastikan bagaimana pelaksanaan dan animo masyarakat terhadap vaksinasi.

Baca Juga  Kado Terindah Hari Jadi ke-381 Kabupaten Bandung, Satu Tahun Bersama Kang DS - Sahrul

“Saya optimis, anak- anak bisa melaksanakan PTM 100% dengan syarat semua pihak yang terlibat kegiatan belajar mengajar tentu harus sudah di vaksin. Artinya tidak ada alasan untuk menunda PTM,” ucap Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna di sela moniroting vaksinasi.

Pihaknya menegaskan, semua sekolah di Kabupaten Bandung pasca libur tahun baru harus melaksanakan PTM. Untuk itu semua pihak khususnya jajaran Dinas Pendidikan agar terus mendorong terlaksananya vaksin untuk anak sekaligus mengedukasi pentingnya penerapan protokol kesehatan kepada anak.

Baca Juga  Bupati Bandung Ingin Tambah 23 Unit Sekolah SMA dan 13 SMP

Berdasarkan update data per 7 Januari 2022 oleh control tower vaksin by Faskes Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dari sasaran vaksin sebanyak 2.795.219 orang, cakupan vaksin sudah dilaksanakan kepada 1.956.550 atau 70%. Sementara, vaksin anak 6-11 tahun baru mencangkup 76.651 anak atau 20%.

“Kita akan terus upayakan agar target vaksinasi ini tercapai. Sehingga seluruh aktivitas masyarakat bisa dilakukan dengan aman dan tetap menjalankan prokes,” imbuhnya.