Kasus Positif Covid 19 Kembali Naik, Sampai Minggu Tercatat 12.422 Kasus

Ilustrasi gambar: Tangkapan layar-Liputan6

POTENSINETWORK.COM — Meski pemerintah dengan gencar melakukan program vaksinasi dan upaya lainnya, namun kasus konfirmasi positif Covid-19 belakangan malah naik.

Dilaporkan konfirmasi positif Covid 19 sampai Minggu (30/1/2022) bertambah 12.422 kasus.

Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak pertama kali pandemi diumumkan Maret 2020 mencapai 4.343.185.

Tambahan kasus positif harian ini merupakan yang tertinggi sejak 2 September 2021, yang menyentuh 8.955 kasus.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, dari total kasus Covid-19 itu, sebanyak 4.137.164 di antaranya telah sembuh. Pasien sembuh bertambah 3.241 orang hari ini.

Baca Juga  Sekalian Hindari Vaksin Kadaluarsa, Jabar Kebut Vaksinasi Anak 6-11 Tahun

Selain itu, ada tambahan 18 kasus kematian. Sehingga, total warga yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 144.303 jiwa.

Satgas juga mencatat peningkatan kasus aktif Corona sebanyak 9.163 orang, sehingga totalnya menjadi 61.718 kasus. Di samping itu, terdapat 7.598 suspek atau yang dicurigai sebagai positif Corona.
Sementara, jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini mencapai 314.397 sampel.

Usai gelombang kedua imbas varian Delta melandai pada akhir 2021, tren kasus harian kembali meningkat awal tahun ini. Penyebaran varian Omicron dan pembatasan mobilitas yang belum berubah disinyalir menjadi penyebabnya.

Baca Juga  Tak Perlu Panik, Presiden: Kasus Omicron akan Terus Meningkat dalam Beberapa Minggu

Sejauh ini, penularan Covid-19 varian Omicron masih didominasi dari pelaku perjalanan luar negeri. Namun, Kemenkes menyebut penularan virus corona varian Omicron yang berasal dari transmisi lokal pun turut meningkat.

Rinciannya, dari 1.766 terdeteksi sebagai kasus Omicron, 1.066 kasus berasal dari luar negeri, 449 transmisi lokal, dan 251 masih penelitian epidemiologi.

Satgas Penanganan Covid-19 juga memastikan pemerintah belum berencana untuk menghentikan aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 100 persen meski ada peningkatan kasus di sekolah-sekolah.***