Duh…Puntin Perintahkan Siaga Tinggi Pertahanan Nuklir, Ukraina Laporkan 352 Warga Sipil Tewas

Presiden Rusia Vladimir Putin dan, menghadiri pertemuan di Beijing, China (4/2/2022) (via REUTERS/SPUTNIK)

POTENSINETWORK.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pertahanan nuklirnya untuk bersiaga tinggi, Minggu (27/2/2022) waktu setempat. Ini terjadi akibat meningkatnya reaksi global terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Putin bahkan menyebut langkah-langkah Barat “tidak bersahabat” terhadap negerinya. Ini semakin menimbulkan kekhawatiran global.

“Saya memerintahkan Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia untuk menempatkan pasukan pencegahan tentara Rusia ke dalam mode layanan tempur khusus,” kata Putin dalam pidato yang disiarkan di televisi dikutip dari CNBCI dari AFP.

Baca Juga  Rusia Terus Serang Ukraina, 600 Rudal Ditembakkan, AS Kirim Jet Tempur

“Anda lihat bahwa negara-negara Barat tidak hanya tidak bersahabat dengan negara kita di bidang ekonomi, dengan memberi saya sanksi tidak sah … Pejabat senior negara-negara NATO terkemuka juga mengizinkan pernyataan agresif terhadap negara kami.”

Dalam laporan terbaru pemerintah Ukraina, setidaknya 352 warga sipil tewas karena perang, di mana 14 adalah anak-anak. Sementara 1.648 warga luka-luka.

Perang kedua negara dimulai saat Putin mengumumkan operasi militer Kamis (24/2/2022). Pasukan Rusia “menyerbu” Ukraina dari utara, timur dan selarna namun mendapat perlawanan sengit tentara Ukraina yang persenjataannya ditopang NATO.

Baca Juga  Pengusaha Rusia Siapkan Hadiah Rp 14,3 miliar, Sayembara Tangkap Presiden Vladimir Putin

Sebagai informasi, salam rilis yang dimuat International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) Juni lalu, setidaknya ada sembilan negara yang memiliki nuklir. Selain Rusia, ada pula AS, Israel, Rusia, Inggris, Prancis, China, Pakistan, India, dan Korea Utara (Korut).