Penggunaan Masker di Paman Sam Segera Berakhir, Kabar Baik: Covid 19 Akan Terkendali

Foto: Anthony Fauci. (AP/Kevin Dietsch)

POTENSINETWORK.COM – Sejumlah ahli virus percaya bahwa Covid-19 akan segera terkendali. Meski tak bisa diberantas, Kepala Penasihat Medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci meyakini, Amerika Serikat (AS) misalnya, sudah sangat bisa mengendalikan virus.

Mengutip CNBC International Senin (14/2/2022), ia mengatakan, pandemi mungkin tidak lagi mengancam untuk mendorong rumah sakit dan menganggu ekonomi. Ia pun yakin, orang dapat kembali ke “kehidupan normal” setelah dua tahun mengalami gangguan dan ketidakpastian menyusul gelombang infeksi yang berulang.

Hal ini dikatakannya pula dalam diskusi dengan Financial Times. Dia tidak menyebutkan bulan atau musim tertentu, tetapi ditegaskannya, bahwa pembatasan Covid-19 termasuk anjuran penggunaan masker dapat “segera” berakhir di Paman Sam.

Baca Juga  Upaya Pencarian Emmeril Khan Mumtadz Terus Dilakukan Sabtu Pagi, Begini Kata Dubes RI…

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), jumlah orang yang dirawat akibat Covid-19 di seluruh AS telah turun lebih dari 28% selama tiga minggu menjadi rata-rata sekitar 105 ribu. Saat puncak di Januari, kasus sumpat menembus 1 juta sehari.
“Pembatasan Covid akan segera menjadi berlalu,” ujar Fauci.

Hal sama juga dikatakan “pembantu” Joe Biden lain, koordinator respons Covid Gedung Putih, Jeff Zients. Ia pun mengatakan negaranya sedang bergerak menuju masa di mana Covid tidak akan mengganggu kehidupan kita sehari-hari.

Baca Juga  Dukung Program Percepatan, Desa Sukadaya Gelar Vaksinasi Dosis Ketiga

“Masa ketika Covid tidak akan menjadi krisis yang konstan sehingga kita tidak lagi takut akan penguncian dan penutupan, tetapi kembali ke melakukan apa yang kita semua sukai dengan aman,” katanya.

Pernyataan ini, bukannya tanpa alasan. Setidaknya ada dua faktor.
Pertama, varian Omicron yang saat ini mewabah dengan cepat, tidak membuat seseorang mengalami gejala berat, setidaknya jika dibanding varian lain yakni Delta. Meski infeksi meroket, rawat inap dan kematian cenderung bisa dikembalikan.