Wisata  

Jurnal Wisata, Menengok Candi Borobudur Masa Pandemi Covid-19

Foto: traveloka.com

ENTAH untuk ke berapa kalinya, aku menyambangi candi ini. Tak pernah bosan walaupun tidak banyak perubahan. Yang berubah mungkin hanya sekelilingnya saja, disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Kali ini masa pandemi, pengunjung tidak diijinkan masuk ke area candi. Pelataran sekitar candi saja yang bisa ditapaki.

Kasihan memang bagi para pendatang dari jauh, hanya bisa memandang saja, tanpa bisa menyentuh apalagi berkeliling, mengamati tiap bagian candi.

Ada sedikit kisah tentang Candi Borobudur ini. Ini hanya mengingatkan bagiku saja, yang seringkali lupa.

Baca Juga  Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon Harus Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Masyarakat

Candi ini dibangun oleh Dinasti Sailendra, merupakan peninggalan Budha terbesar di dunia antara 780-840 Masehi. Peninggalan ini ditemukan oleh Pasukan Inggris pada tahun 1814 di bawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles. Area candi berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.

Borobudur dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Struktur bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran.

Jika dilihat dari luar hingga ke dalam terbagi menjadi dua bagian yaitu alam dunia yang terbagi menjadi tiga zona di bagian luar, dan alam Nirwana di bagian pusat.

Baca Juga  Dengan Rp 5 M hingga Rp 3 T Jabar berupaya Cegah Omicron Masuk

Zona 1: Kamadhatu
Alam dunia yang terlihat dan sedang dialami oleh manusia sekarang.