Masyarakat Susah Dapatkan Minyak Goreng, Ehh Ternyata Diduga Diselundupkan ke Luar Negeri

POTENSINETWORK.COM — Dalam beberapa pekan terakhir ini masyarakat masih kesulitan mendapatkan minyak goreng baik kemasan atau curah. Untuk mendapatkan minyak goreng masyarakat selain harus antri di sejumlah swalayan yang telah ditentukan, juga harganya masih tergolong mahal.

Seperi dikatakan Asum warga Soreang, Kabupaten Bandung. Dia terpaksa harus antri untuk mendapatkan minyak goreng di sebuah mini market. “Bahkan yang membuat geleng kepala, untuk mendapatkan dua liter minyak goreng selain harus antri, warga juga harus mencelupkan jari tangannya pada tinta, kayak saat pemilu saja,” ucapnya, Rabu (9/3). Kenyataan itu hanya potret kecil  langkanya minyak goreng akhir-akhir ini di negeri lumbung sawit.

Banyak pihak menduga langkanya minyak goreng di pasaran akhir-akhir ini, karena ada penimbunan yang dilakukan oleh pihak tertentu hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Baca Juga  Digitalisasi Salah Satu Solusi Dorong Perkembangan UMKM

Dugaan tersebut ternyata tidak meleset. Diakui Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, telah terjadi kebocoran minyak goreng murah hasil domestic market obligation atau DMO di tingkat distributor yang menyebabkan harga tertahan tinggi hingga pekan ini.  

Kebocoran distribusi itu, kata Lutfi, disebabkan karena minyak goreng harga murah itu sebagian disalurkan ke industri dan diselundupkan ke luar negeri mengikuti harga internasional yang relatif tinggi ketimbang harga jual domestik.  

Selain itu, kebocoran distribusi itu juga terjadi pada alur distribusi di tingkat D1 dan D2.

Baca Juga  Begini Jadinya Produk Jabar Terinspirasi NTT, Gubernur Buka JabArt Space 2

Menurut Lutfi masih ada sejumlah spekulan di dalam negeri yang menahan pasokan sembari menunggu pemerintah bakal mencabut kebijakan harga eceran tertinggi atau HET minyak goreng hasil DMO tersebut.