Wisata  

Pelaku Pariwisata Kabupaten Bandung Tak Putus Asa, Kembangkan Objek Wisata di Tengah Pandemi

POTENSINETWORK.COM – Pandemi Covid-19 berdampak luar biasa terhadap pengelola pariwisata yang ada di Kabupaten Bandung. Seperti pendapatan menurun drastis akibat pengunjung berkurang.

Meski demikian, para pelaku pariwisata di Bandung Selatan tak putus asa dan tetap melakukan berbagai langkah dan upaya agar tetap bisa menarik pengunjung.
 
Salah satu pengelola objek wisata di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung adalah Puskopkar PTPN VIII yang memiliki objek wisata pemandian air panas Walini, dan memiliki jalinan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengurusi objek wisata Curug Tilu, Gunung Bangku dan Taman Kolecer.
 
Ketua Puskopkar PTPN VIII, Budhi H. Tresnadi mengatakan, upaya yang dilakukan agar bisa meningkatkan pendapatan adalah dengan menjalin kemitraan dengan perusahaan lain. Pewujudan dari kerjasama tersebut adalah dengan membangun satu objek wisata waterboom yang terhubung dengan pemandian air panas.
 
“Untuk yang dikelola langsung oleh Puskopkar hanya pemandian air panas dengan penginapan wisata, tapi pengembangkan wisata seperti Curug Tilu, Gung Bangku, dan Taman Kolecer dikerjasamakan dengan pihak mitra termasuk pengusaha setempat,” ujar Budhi saat diwawancara di sela kegiatan penanaman pohon pada HUT ke 26 PTPN VIII, di Rancabali, Jumat (11/3).
 
Saat ini, tempat wisata hanya bisa menampung 50 persen dari kapasitas karena masih menerapkan aturan protokol. Diakui Budhi, pendapatan dari objek wisata lebih rendah dari dua tahun sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya akan merekrut tenaga muda yang paham dan melek teknologi informasi untuk melakukan kegiatan promosi.
 
“Saya harapkan agro wisata di Rancabali ini semakin maju dan berkembang, mudah-mudahan Covid-19 cepat berlalu sehingga orang yang datang ke Rancabali semakin banyak,” tutur Budhi.
 
Sementara itu, Kepala Desa Patengan Kecamatan Rancabali, Asep Kurniadi (Ester), mengatakan pihaknya bersyukur adanya objek wisata di Kecamatan Rancabali. Antara laian bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Selain itu juga ada beberapa potensi pendapatan seperti dari sarana parkir.
 
“Memang sektor wisata ini banyak merekrut tenaga lokal termasuk beberapa potensi yang bisa dikerjasamakan seperti parkir dan lain sebagainya dengan warga lokal,” ujar Asep Ester.
 
Ditengah banyaknya tempat wisata di Rancabali, Asep Ester berharap pengelola bisa memperhatikan lingkungannya. Manajemen objek wisata harus menganggarkan dana khusus untuk menghijaukan hutan di wilayah PTPN VIII, misalnya menanam pohon Kina.
 
“Tadi saya berbicara dengan Dirut PTPN bagaimana sektor wisata yang bekerjasama dengan PTPN, itu diberikan satu instruksi atau satu mandat, jadi ketika ingin kerjasama dengan PTPN mereka harus punya lahan hutan untuk penghijauan, mereka menganggarkan anggaran khusus untuk menghijaukan hutan di wilayah PTPN VIII, terutama menanaman pohon Kina,” tutur Asep.
 
“Untuk konservasi dan CSR nya dari sisi sektor pariwisata untuk lingkungan. Agar tetap hijau dan kita berharap tidak terjadi banjir seperti di daerah lain,” pungkas Asep Ester.

Baca Juga  Yayasan Panata Giri Raharja Akan Rehabilitasi 22,62 Hektare Hutan di Kawasan Cimanggu