Geprak Muncul dari Rasa Marah dan Kecewa, Ini Penjelasan Istri Bupati KBB

Bunda FAD Kabupaten Bandung Barat, Sonya Fatmala saat melaunching program Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak (Gepprak) di SMP Negeri 2 Ngamprah, Kamis (21/4). Cep

POTENSINETWORK.COM –.Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Bandung Barat, Sonya Fatmala melaunching program Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak (Gepprak) di SMP Negeri 2 Ngamprah, Kamis (21/4).

Istri Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan tersebut, mengaku, bersyukur lantaran kegiatan launching Gepprak bersamaan dengan peringatan Hari Kartini.

“Alhamdulillah bertepatan dengan Hari Kartini, kami bersama Dinas P2KBP3A, Bunda Paud, unsur polisi, lembaga hukum, akademisi dan psikolog melaunching Gepprak,” katanya.

Menurutnya, Geprak bukan organisasi atau komunitas. Namun, sebuah gerakan yang harus melibatkan seluruh masyarakat.

Baca Juga  Buruan Daftar Kuota Terbatas! Pemkab Bandung Barat Buka Layanan Mudik Gratis

“Termasuk tokoh agama dan lainnya,” terang Sonya.

Dengan Gepprak harapnya, semua pihak saling berpegangan tangan dan bergotong-royong guna menghapuskan kekerasan seksual yang terjadi di Bandung Barat.

“Sampai saat ini kita terengah-engah dalam menangani kasus kekerasan seksual yang terus bermunculan,” harapnya.

Terpantau, pada sela sambutannya, Sonya sempat mengucurkan air matanya. “Tidak tahu kenapa itu bisa sampai bercucuran padahal tidak direncanakan untuk se-drama itu,” ungkapnya.

Namun akunya, Geprak muncul dari rasa marah, kecewa, sedih karena maraknya berita tentang pelecehan seksual terhadap anak.

Baca Juga  Tuntaskan Janji Politiknya, Hengky Kurniawan Siapkan Rumah Bersubsidi bagi Para Pekerja

“Sekarang anak 5-6 tahun di perkosa ayah kandung dan lain sebagainya. Itu rasanya miris sekali dan kalau kita bergerak setengah-setengah itu juga tidak maksimal,” ujarnya.

“Makanya munculah Gepprak ini, mudah-mudahan bisa bersama dan lebih maksimal lagi dalam penanganan kasus yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB),” pungkasnya. (cep)