News  

Massa Mahasiswa Gelar Aksi 21 April di Kawasan Patung Kuda, Jokowi Berada di Bogor

Poto Tangkapan Layar:Massa Mahasiswa, dari berbagai kampus menggelar aksi 21 April, di kawasan Patung Kuda, Jakpus. (Suara.com/Yaumal)

POTENSINETWORK.COM –– Massa Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) kembali menggelar unjukrasa di kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2022).

Dalam aksinya mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Presiden Jowo Widodo.

Dalam aksinya massa meneriaki “Jokowi offside, Jokowi Mana” menggema saat aksi yang berbarengan dengan Peringatan Hari Kartini itu

Dalam aksinya mereka menyampaikan tuntutannya, antara lain, mereka menegaskan menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo, dampak dari penundaan pemilihan umum. Penolakan itu mereka suarakan dengan menyebut Jokowi Offside.

Baca Juga  Gubernur Jabar: Lapor Jika Ada Pungli Lebaran ke Sini

“Jokowi Offside, Jokowi Offside,” teriak orator yang kemudian diikuti massa aksi.

Jokowi Pergi ke Bogor

Tak hanya itu mereka juga mempertanyakan keberadaan Jokowi. Karena dalam unjuk rasa ini mereka berharap dapat menyampaikan tuntutannya secara langsung kepada Presiden Joko Widodo.

Mereka juga mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak istana, namun hingga  pukul 16.30 WIB, kepastian Jokowi akan menemui tak mendapatkan kepastian.

Belakangan diketahui, Jokowi tidak berada di Istana Negara, Jakarta Pusat, melainkan sedang berada di Bogor untuk meninjau pasar.

Baca Juga  Dengan Rp 5 M hingga Rp 3 T Jabar berupaya Cegah Omicron Masuk

Karenanya mereka meneriakkan, “Jokowi Mana, Jokowi Mana?”

Seperti diketahui, AMI mengagendakan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda pada Kamis.

Divisi Aksi dan Propaganda BEM UI, Theo mengatakan massa yang akan memadati kawasan Patung Kuda mencapai 2000 orang.

“Estimasi 2000 massa aksi,”  kata Theo kepada wartawan, seperti dilansir Suara.Com.

Dalam unjuk rasa ada tujuh tuntutan mereka ke Presiden Jokowi Widodo yaitu;

-Tindak tegas para penjahat konstitusi   dan tolak wacana perpanjangan masa   jabatan presiden.
-Turunkan harga kebutuhan pokok dan   atasi ketimpangan ekonomi.
-Menindaktegas segala tindakan represif   terhadap masyrakat sipil dengan     mekanisme yang ketat dan tidak     diskriminatif.
-Wujudkan pendidikan ilmiah, gratis,   dan demokratis.
-Sahkan RUU pro rakyat, tolak RUU pro     oligarki
-Wujudkan reforma agraria sejati
-Tuntaskan seluruh pelanggaran HAM.***