Tata Tertib Puasa Ramadhan

Ilustrasi. (Foto: a kusmawan)

Kita Sedang OTW ke Arah Kubur

ANDAI kita berangkat ke Mekah, sekadar ingin melancong saja niscsya tak akan menemukan kevahagiaan hakiki karena menang bukan tempatnya.
Andai kita mendatangi Holywood dengan maksud ingin menikmati lezatnya beribadah, tentu tidak akan menemukannya.

Demikian pula, andai kita berpuasa hanya sekedar mau menikmati tidur nyenyak, mencicipi makanan enak, berjalan-jalan di tempat wisata tentulah tidak akan menemukan kenikmatannya.

Namun, andi kita berniat hendak melatih diri, membersihkan rohani, membasuh kalbu niscaya semua rasa akan menjadi mahaguru, pemberi pelajaran dan bimbingan hingga tampaklah bahwa dengan bershaum (berpuasa) “la’allakum tattaqun”, agar kalian menjadi manusia bakti dan bertaqwa, ” la’allakum tasykurun”, agar kalian menjadi manusia ahli bersyukur, “la’allakum yarsyudun”, agar kalian mendapatkan petunjuk di jalan nan lurus.
Tiga akhir ayat tersebut sangat berkaitan dengan kewajiban ibadah shaum, QS.183-188.

Baca Juga  Menelusuri Jejak-Jejak Nenek Moyang Orang Sunda [Catatan Terjemahan Yosep Iskandar]

Bangun tidur saat sahur, jelas tidak nyaman tapi oleh karena telah berniat shaum sebagai bakti kepada Tuhan kita.

Walaupun mangan sahur tidak terlalu nyaman tapi tetap harus dilaksanakan karena pada dasarnya bershaum bukanlah untuk mencari kenikmatan makan.