Pengamat: Vladimir Putin Tak Gubris Secara Gamblang Dorongan Jokowi untuk Berdamai

Presiden Vladimir Putin dan Presiden Joko Widodo untuk berdamai dengan Ukraina. (Arsip Biro Pers Sekretariat Negara/cnn indonesia).

Suzie mengatakan dengan kondisi tersebut, sudah jelas bahwa Putin akan semakin defensif. Putin jelas tak ingin “kalah” dari ancaman negara-negara Barat.

“Sehingga dia tidak akan menguraikan apakah dia akan mundur dari peperangan ini atau tidak. Karena itu tergantung apakah dalam keterjepitan negara kontinental tersebut dia akan menyerang NATO atau tidak. Dan sebaliknya NATO akan membalas atau tidak,” tutur Suzie.

Suzie juga memandang langkah Rusia menarik pasukannya dari Pulau Ular merupakan cara untuk membenarkan langkah negaranya merebut kawasan tersebut.

Baca Juga  Ferdinand Marcos Junior Unggul dalam Survei Pemilu Presiden Filipina

Saat mengumumkan penarikan pasukan itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa keputusan itu diambil sebagai simbol iktikad baik agar Ukraina bisa mengekspor produk agrikultur.

Mereka menegaskan bahwa penarikan tersebut membuktikan bahwa Rusia tidak menghalangi upaya PBB membangun koridor kemanusiaan.

Keputusan itu diambil Rusia tepat setelah Ukraina menggempur pasukan Moskow di pulau yang terletak di Laut Hitam itu.

Selama ini, Pulau Ular menjadi sorotan karena menjadi salah satu jalur lalu lintas pangan. Ukraina menuding pasukan Rusia kerap mencuri pasokan gandum di Pulau Ular, yang memicu krisis pangan.

Baca Juga  Masuk Final, Luis Milla Puji Kerja Keras Timnas Indonesia

“Dia melakukan pengunduran diri dari Snake Island itu karena dia pikir, kalau dia menyatakan tidak lagi memblokade pangan, dia tidak usah mundur dari wilayah yang direbutnya itu,” ujar Suzie.

“Yang harus dilakukan sekarang oleh kekuatan Barat dan swasta adalah membersihkan ranjau-ranjau di lautan itu dan meyakinkan kapal-kapal bahwa mereka aman untuk tidak ditembak oleh kapal Rusia.***