Program Dana Bergulir Sasar Warga Desa Tenjolaya, Kades Somantri Berharap Bisa Tingkatkan Ekonomi

POTENSINETWORK.COM – Sejumlah warga Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu mendapatkan kucuran dana yang berasal dari Program Dana Bergulir. Program tersebut merupakan inisiasi dari Bupati Bandung yang dikerjasamakan dengan perbankan, salah satunya adalah BJB.

AO Bank BJB Cabang Soreang, Bobby Fajar mengatakan hingga saat ini sudah Rp1 miliar dana yang terserap untuk pelaksanaan program dana bergulir. Diketahui, BJB menjadi salah satu perbankan yang dipercaya Pemerintah Kabupaten Bandung dalam hal penyaluran dana program.

“Kalau dari anggaran pertama dari APBD sekitar Rp40 miliar, dibagi dua dengan BPR Kertaraharja, jadi kita kebagian Rp20 miliar terdiri dari Cabang Soreang dan Majalaya masing-masing Rp10 miliar,” ujar Bobby di Tenjolaya, Senin (26/9).

Baca Juga  Geo Dipa Tanam 1.000 Pohon di Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia

Pihaknya menargetkan pada akhir tahun mendatang, dana sebesar Rp10 miliar sudah tersalurkan. Bobby mengungkapkan pada prinsipnya program dana bergulir tersebut bukan hanya menargetkan serapan dana yang baik. Tetapi juga proses pengembalian dana yang juga sama baik.

“Syarat yang paling utama, si calon debitur punya usaha, kalau dari sisi administrasi seperti KTP surat nikah dan sebagainya,” jelasnya.

Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu menjadi salah satu desa yang warganya memanfaatkan program dana bergulir. Berdasarkan hasil verifikasi perbankan, ada banyak warga yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kucuran dana bergulir.

Baca Juga  Minyak Goreng Mahal, Gubernur Jabar Harap Pemerintah Pusat Kendalikan Harga

Dengan adanya dana bergulir ini, ingin menekan bank emok atau rentenir, mudah-mudahan dengan adanya dana bergulir, dari perbankan sendiri ingin menciptakan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung yang meningkat,” tutur Bobby.

Kepala Desa Tenjolaya, Somantri mengungkapkan dari 260 warga hanya ada 171 warga yang lolos verifikasi perbankan. Di Desa Tenjolaya sendiri, warganya mayoritas berprofesi sebagai petani, pedagang dan wiraswasta.

“Program ini diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat dan menghilangkan adanya pinjaman liar, ekonomi masyarakat meningkat. Harapan lain, untuk meningkatkan kedisiplinan dalam hal pembayarannya,” pungkas Somantri.***