Capaian Vaksinasi di NTB Kurang Optimal, Kendala Utama Kurang Vaksinator

Foto: bnpb.

POTENSINETWORK.COM – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak telah menyebar secara masif di Indonesia.

Meski bukan penyakit yang menyerang langsung ke manusia, dampaknya sangat berpengaruh bagi roda perekonomian negara.

Sejak awal merebaknya virus PMK, Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk salah satu provinsi dengan tingkat penyebaran yang tinggi. Dari data soal perkembangan kasus PMK di NTB sejak 17 Mei – 24 Oktober 2022, diketahui jumlah populasi sapi dan kerbau sebanyak 1.440.661 ekor.

Jumlah hewan ternak yang tertular PMK sebanyak 105.917 ekor, yang terbagi di 8 kabupaten/kota di NTB. Sebanyak 101.040 ekor di antaranya sembuh, 4.393 ekor masih sakit, 234 ekor mati, dan 250 ekor dipotong bersyarat.

Baca Juga  Apa Hukumnya Mandi Wajib Setelah Keluar Air Mani, Ini Kata Buya Yahya

Di Kabupaten Lombok Barat, Satgas PMK setempat sudah melakukan vaksinasi dengan 2 jenis vaksin, yakni aftofor sebanyak 34.000 dan aftomon 20.500.

Distribusi vaksin sudah mencapai 100% dengan total sebanyak 54.500 dosis.

Namun jika dilihat dari total populasi sapi dan kerbau sebanyak 126.702, capaian vaksin baru menyentuh angka 38 %.