Puluhan Warga Dilaporkan Tewas dan Sejumlah Bangunan Hancur, Gempa Bumi Guncang Sukabumi dan Cianjur

Warga memadati RSUD Cianjur, Puluhan korban gempa bumi dilaporkan dibawa ke RSUD Cianjur, Senin (21/11/2022). (Foto: tangkapan layar video amatir yang diunggah di media sosial)

POTENSINETWORK.COM – Gempa Bumi dengan kekuatan M5,6 mengguncang Sukabumi, Cianjur, Jawa Barat, Senin 21 November 2022, pukul 13.21.10 WIB.

Kerusakan akibat gempa Cianjur terjadi di sejumlah wilayah hingga dilaporkan menelan korban jiwa.

Gempa bermagnitudo (M) 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hari ini menyebabkan sejumlah unit bangunan mengalami kerusakan. Data kerusakan bangunan akibat gempa disampaikan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan kanal YouTube BMKG, Senin (21/11/2022).

Kerusakan gempa Cianjur ini meliputi bangunan rumah, pondok pesantren (ponpes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), hingga gedung pemerintahan. Selain di Kabupaten Cianjur yang terdampak paling parah, ada pula rumah rusak di Kabupaten Bogor.

Dampak kerusakan gempa Cianjur di Kabupaten Cianjur, dilansir dari detik.com:

7 Unit rumah rusak berat (pendataan)
1 Unit ponpes rusak berat
1 Unit RSUD Cianjur
3 Unit fasilitas pemerintahan rusak
3 Unit fasilitas pendidikan rusak
1 Unit sarana ibadah rusak
1 Unit toko rusak
1 Unit kafe rusak
Dampak kerusakan gempa Cianjur di Kabupaten Bogor:

4 unit rumah rusak (pendataan).

Terjadi Longsor di 2 Lokasi
Selain rusakkan sejumlah unit bangunan di beberapa wilayah terdampak, gempa M 5,6 Cianjur hari ini juga telah mengakibatkan tanah longsor di sejumlah jalur. Longsor akibat gempa Cianjur hari ini terjadi di jalur utama Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mengakibatkan akses lalu lintas tertutup.

Baca Juga  Sammy Tuding Aliran Dana Es Doger Janggal, Gibran: Hanya Cari-cari Kesalahan

Staf Informasi Tagana Kota Bogor Sumardi mengatakan, lalu lintas kendaraan dari Bogor ke Cianjur diarahkan sementara melewati Sukabumi. Sedangkan arah sebaliknya bisa melalui jalur alternatif via Jonggol.

Selain itu, longsor akibat gempa Cianjur hari ini juga terjadi di kawasan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengimbau pengendara yang hendak menuju Cianjur tidak melewati jalur Puncak, Kabupaten Bogor, karena ada jalan yang tertutup longsoran.

“Ada jalur tertutup longsoran di Cugenang. Bagi yang ingin ke Cianjur melalui jalur Puncak, kami putar balik dan disarankan melalui Transyogi,” kata Iman saat dihubungi, Senin (21/11/2022).

Gempa M 5,6Cianjur hari ini turut menelan puluhan korban jiwa danraturan orang luka-luka. BNPB melaporkan data terkini jumlah korban gempa Cianjur ada 46 orang meninggal dunia dan 700-an orang terluka.

“Sekarang sudah ada 46 orang yang meninggal dunia dan sudah ada di RSUD Kabupaten Cianjur, dan kurang lebih 700-an orang luka-luka,” kata Kepala BNPB Suharyanto saat konferensi pers via Zoom bersama BMKG, Senin (21/11/2022).

Suharyanto mengatakan banyaknya korban meninggal dunia lantaran kondisi rumah-rumah di Cianjur yang tidak tahan gempa. Selain itu, gempa juga terjadi di siang hari.

Baca Juga  Angin Puting Beliung Terjang Lima Desa di Sukabumi

“Kita bayangkan saja ini siang hari kejadian, dan warga tinggal di rumah-rumah tidak tahan gempa, begitu ada gempa ya langsung ambruk,” ucapnya.

Dia berharap ini menjadi pelajaran untuk ke depannya. Dia meminta agar ke depannya rumah-rumah di wilayah rawan gempa disiapkan yang tahan gempa.

Sejumlah rumah dan bangunan lainnya hancur qkibat gempa yang mengguncqng Cianjur dan sekitarnya, Senin (21/11/2022). (Foto: Tangkapan layar/Ist.)

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Sunami, Daryono S.Si, M.Si, Dr, di wilayah Sukabumi, Jawa Barat diguncang gempa tektonik.

Daryono mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,86┬░ LS ; 107,01┬░ BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.

Daryono memaparkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( strike-slip ).

Dampak Gempabumi
Dia menuturkan, gempabumi ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V – VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar). Garut dan Sukabumi IV – V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Rancaekek, Tangerang Selatan, Jakarta dan Depok dengan skala intensitas II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Baca Juga  Tangani Kemiskinan Ekstrem Melalui Program Lembur Raharja

“Hingga saat ini sudah ada laporan kerusakan bangunan seperti rumah dan toko juga dampak longsor di wilayah Cianjur yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono, dalam keterangannya Senin siang.

Gempabumi Susulan
Dqryono mengatakan, hingga pukul 14.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 15 (lima belas) aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar M4.0.

Ia mengimbau, masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. (Dr/Setiawan)