Kerupuk Unik dari “Kebunnya Aki dan Nin” Tembus Pasar Mancanegara

kerupuk
Ahmad Susila berfoto bersama Mahasiswa KKN Unpad, membelakangi sertifikat-sertifikat dan legal usaha UMK miliknya. Produk berupa Kerupuk Mie Rempah dan Kerupuk Balado Jeruk (Bajer), sampai di negara Malaysia berkat keuletan Ahmad Susila meracik dan mengemasnya hingga menghasilkan produk unggulan. Foto: potensinetwork.com/Aprianto.

BANDUNG, POTENSINETWORK.COM– Siapa tidak bangga, produk lokal kita berupa kerupuk mampu menembus pasar mancanegara.

Ahmad Susila sebagai pemilik usaha mikro kecil (UMK) di Kota Bandung dengan merek dagang “Kebunnya Aki dan Nin” ini merasakan kegembiraan itu saat produk kerupuk uniknya terjual hingga ke negara tetangga.

Produk berupa Kerupuk Mie Rempah dan Kerupuk Balado Jeruk (Bajer), sampai di negara Malaysia berkat keuletan Ahmad Susila meracik dan mengemasnya hingga menghasilkan produk unggulan.

Pengalaman Ahmad Susila, juga sebagai pensiunan PT. Telkom ini, banting strir usaha kuliner kerupuk dari rumah.

Baca Juga:  PAPERA Kabupaten Bekasi Buka Ruang bagi Pedagang untuk Bergabung: Pedagang Berdaya Indonesia Sejahtera

Hari-hari usai purnabakti sebagai tenaga IT perusahaan BUMN itu, ia habiskan bersama istri dan anak-anaknya sambil tetap berusaha.

Setia mendampingi anaknya di rumah karena sang anak termasuk berkebutuhan khusus sambil tetap usaha dan hasilnya sudah sangat optimal.

Perbincangan dengan Ahmad Susila mengalir bersama dengan datang berkunjung sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad).

Mereka Esti (Jurusan Komunikasi) dan Zilan (Jurusan Biologi) dalam rangkaian tugas-tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Panyileukan Kota Bandung.

Pengalaman Ahmad Susila dalam menggeluti usaha kulinernya, mendapat respon Esti dan Zilan. Bahkan dalam waktu ke depan, mahasiswa KKN ini ingin berkolaborasi dengan pelaku UMK Kota Bandung perihal peningkatan kualitas produk usaha UMK dari sisi visual.

Baca Juga:  58 Dosen Lulus Uji Kompetensi Internsional, UIN Bandung Miliki Instruktur Moderasi Beragama

Esti dan Zilan menyebutnya “Local Level UP” sebagai upaya menaikan kelas pelaku usha UMK pada era digital 4.0 ini.