Kang DS mengatakan, kalau sudah paham butir-butir Pancasila, ia yakin akan terbentuk karakter akhlakul karimah.
Muatan lokal kedua, yaitu pendidikan budaya dan bahasa Sunda. “Kalau kita pelajari bahasa Sunda itu ternyata implementasi dari isi kandungan Al-Qur’an,” katanya
Belajar budaya dan bahasa Sunda itu, kata dia, bisa mempelajari undak usuk bahasa, bagaimana berbicara dengan orang tua, selain berbicara dengan usianya dibawah.
“Tentunya ada tata cara bahasa secara etika yang harus kita pahami,” katanya.
Kemudian ketiga, imbuhnya, diwajibkan untuk belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an.
“Saya berkeinginan setiap anak atau siswa TK, SD, SMP diwajibkan menghafal Al-Qur’an, minimal satu hari satu ayat. Dengan harapan setelah selesai SMP bisa tahfizh Al-Qur’an. Itu harapan saya,” harap Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung.
Ia mengatakan pelaksanaan wisuda tahfizh ini merupakan langkah konkret dan perlu diapresiasi, ternyata ada yayasan yang fokus bagaimana anak-anak tahfizh Al-Qur’an.




