Langkah Pemkot Cimahi Atasi Permasalahan Sampah

TPA Sarimukti Bandung Barat. Foto: istimewa

CIMAHI, Potensinetwork.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus berupaya untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pengadaan Refuse Derived Fuel (RDF) baru di wilayah Melong, Kecamatan Cimahi Selatan sedang diproses yang rencananya akan mengelola 10 ton sampah setiap harinya.

“Sekarang sedang persiapan satu alat mininal 10 ton, mudah-mudahan akhir tahun selesai,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Jumat (21/11/2025).

Selain itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi juga akan ditambah kapasitas produksinya dari 50 menjadi 75-80 ton per hari. Penambahan kapasitas dengan uprgade peralatan dilakukan melalui Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Bank Dunia (World Bank).

Baca Juga:  Komisi A Bubar saat  Dikonfirmasi Hasil Rapat Kerja terkait Geo Dipa Energi

“Jadi kita akan tingkatkan kapasitasnya. Kami inginnya 100 tapi dari Kemen PU diangka 75-80 ton yang awalnya 50 ton kapasitas pengolahannya. Butuh waktu baru tahun depan mereka kerjakan sekarang persiapan lelang. Sekarang operasional belum optimal, baru 5-10 ton aja,” terang Chanifah.

Pemkot Cimahi sendiri saat ini sedang dihadapkan terhadap permasalahan pengelolaan sampah karena adanya pembatasan di TPA Sarimukti berdasarkan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Nomor: 6174/PBLS.04/DLH perihal Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Regional Sarimukti. Pembatasan dihitung per dua pekan sekali.

Baca Juga:  Upaya Mengurai Kemacetan dan Estetika, Median Jalan di Kawasan Alun-alun Cimahi Dibongkar  

Kuota untuk Kota Cimahi Kota Cimahi maksimal 119,16 ton per hari atau 1.668,24 per dua minggu. Bahkan pekan ini, ungkap Rini, terjadi kendala teknis di TPA Sarimukti yang membuat pengangkutan sampah menjadi terhambat. Kondisi itu menyebabkan terjadinya tumpukan sampah di TPS hingga bermunculan TPS liar.

“Ritase memang terbatas, kemudian awal minggu ini ada masalah di Sarimukti loading-nya lama jalannya ada perbaikan. Saya sudah koordinasi dengan provinsi ini sedang perbaikan. Kemarin antre di jembatan timbang sampe 80 truk lebih, kita udah antre dari subuh otomatis pengambilan ke lapangan telat,” ungkap dia.***