KAB.BANDUNG, Potensinetwirk.com -Ketua DPRD Kab. Bansldung Hj Renie Rahayu Fauzi SH mengatakan memasuki Tahun 2026, DPRD telah menetapkan beberapa target yang disesuaikan dengan fiskal daerah.
Haonteraebut disampaikannya Ketika memberikan keterangannya terkait target pembangunan di tahun 2026, Rabu (31/12/2025).
Dikatakan Hj Reniera, dengan anggaran yang super hemat, DPRD tetap medorong pemerintah daerah untuk tetap fokus pada akuntabilitas dan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Yang menjadi prioritas utama, yakni subsidi dan bantuan sosial masyarakat, seperti BPJS Kesehatan, ketenagakerjaan, modal usaha dan pelatihan ketenagakerjaan.
Prioritas lainnya, beasiswa bagi siswa miskin, rumah tidak layak huni (rutilahu), ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja. Targetnya untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, mendorong kemandirian keluarga dan pemerataan kesejahteraan secara tranfaran dan tepat sasaran.
Di bidang infrastruktur, ujar Renie, DPRD memprioritaskan pada perbaikan dan pemerliharaan jalan serta infrastruktur dasar yang inklusif. Program lainnya yang telah masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2026, diantaranya Pembangunan SDM berkualitas dan berakhlak, tata kelola pemerintahan transformatif, perekonomian inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan.
Peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan berbasis partisipasi publik dengan kearipan lokal serta berwawasan lingkungan.
“Meskipun adanya penurunan TKD tapi kami berharap di 2026 pembangunan di Kabupaten Bandung tetap berjalan dengan manajemen keuangan yang lebih efisien, kreatif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan daerah. Seluruh program prioritas dapat berjalan secara optimal demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Renie mengajak pada seluruh Masyarakat Kabupaten Bandung untuk mengisi malam tahun baru 2026 dengan kegiatan yang positif dan spiritul jangan merayakannya secara berlebihan, termasuk mengikuti larangan untuk pesta kembang api demi menjaga ketertiban, keamanan dan empati sosial. ***




