CIMAHI, Potensinetwork.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi meresmikan Bundaran Pemkot Cimahi beserta sejumlah infrastruktur strategis lainnya pada akhir tahun 2025, berlokasi di Plaza Gedung A Pemerintah Kota Cimahi. Peresmian ini menutup tahun 2025 dengan capaian pembangunan yang menitik beratkan pada konektivitas, penataan kota, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan peresmian dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, didampingi Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, jajaran Forkopimda, Asisten Pemerintahan, serta Kepala Perangkat Daerah Kota Cimahi.
“Hari ini dipenghujung tahun, Pemerintah Kota Cimahi meresmikan pekerjaan strategis daerah, mulai dari UPDRS Cibabat sebagai tempat pengelolaan darah, Puskesmas Cibeureum, revitalisasi SMPN 9 Cimahi, rumah singgah di Kelurahan Cipageran, hingga Bundaran Jati yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan,” ujar Wali Kota Ngatiyana.
Ngatiyana menambahkan, kedepan ruas Jalan Jati Serut juga direncanakan akan diubah namanya menjadi Jalan Sudarna dan segera diresmikan setelah seluruh proses rampung.
Selain meresmikan infrastruktur publik, Wali Kota Cimahi juga menyoroti perubahan wajah kantor Pemerintah Kota Cimahi yang mulai terlihat signifikan. Penataan kantor pemerintahan, menurutnya, merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang untuk menciptakan pusat pemerintahan yang representatif dan nyaman.
Ngatiyana menegaskan bahwa seluruh pembangunan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Pemerintah Kota Cimahi pun berharap dapat melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Memasuki tahun 2026, Pemkot Cimahi telah menyiapkan sejumlah agenda besar, salah satunya peresmian Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Sukimun yang dinilai memiliki manfaat strategis bagi pelayanan kesehatan warga. Selain itu, pembangunan Underpass Gatot Subroto juga direncanakan mulai berjalan pada triwulan kedua tahun depan.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah provinsi, hingga Kodam. Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Wali Kota.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga memfokuskan rencana penanganan banjir melalui perbaikan dan pendalaman drainase dititik-titik rawan genangan, serta penataan pedestrian dan trotoar. Upaya tersebut ditargetkan mulai direalisasikan secara bertahap agar persoalan banjir tidak terus berulang.
Disektor pendidikan dan tata kota, Pemkot Cimahi juga merencanakan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP), pembangunan Puskesmas Melong Tengah, serta penataan estetika kota melalui pembuatan mural di Underpass Sriwijaya dengan melibatkan seniman lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, dalam laporan penyelenggaraannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak sekadar berbentuk fisik semata, melainkan menjadi wujud penerjemahan visi dan misi kepala daerah.
Wilman menerangkan, sepanjang 2025 DPUPR memfokuskan pembangunan pada tiga prioritas utama, yakni peningkatan konektivitas jalan, pengendalian banjir melalui penataan drainase, serta pengembangan ruang publik. Salah satu capaian penting adalah pembangunan bundaran yang kini menjadi simpul lalu lintas baru di kawasan strategis sekitar Pemkot Cimahi.
“Bundaran ini yang nantinya akan diberi nama resmi oleh Bapak Wali Kota, diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus memperindah wajah kota. Selain itu, kami juga melakukan pemeliharaan berkala drainase jalan untuk mendukung pengentasan banjir,” ungkapnya.
Selain bundaran, Pemkot Cimahi juga membangun dan merevitalisasi ruang publik dilingkungan pemerintahan, seperti kantin pegawai dan outdoor working space, serta sejumlah bangunan pemerintah diwilayah kota. Seluruh pekerjaan tersebut, menurut Wilman, dilaksanakan dengan prinsip “3T”, yakni tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.**










