BANDUNG, Potensinetwork.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, kepadatan permukiman merupakan tantangan struktural yang hampir merata di seluruh wilayah Kota Bandung. Kondisi ini terlihat dari rapatnya bangunan serta satu rumah yang kerap dihuni lebih dari satu kepala keluarga.
“Di Bandung hampir semua kelurahannya padat penduduk. Bangunan rapat dan dalam satu rumah bisa tinggal lebih dari dua keluarga,” ujarnya di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Selasa, 13 Januari 2026.
Menurutnya, kepadatan pemukiman berpotensi menimbulkan berbagai masalah. Mulai dari kesehatan, sanitasi, hingga kerentanan sosial, jika tidak ditangani secara sistematis.
Untuk itu, Pemkot Bandung saat ini memfokuskan upaya penanganan pada program penyehatan lingkungan, khususnya melalui rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan pembangunan septic tank yang layak.
“Rutilahu ini penting untuk menurunkan prevalensi TBC. Sementara septic tank berperan besar dalam menekan diare yang berujung pada stunting,” tuturnya.
Ia menekankan penanganan kepadatan tidak bisa hanya mengandalkan penertiban fisik, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas hunian dan sanitasi dasar. **




