KoPOTENSINETWORK.COM – Musibah tanah longsor terjadi di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu dini hari (24/1)2026).
Dilaporkan, hasil assesment Tim SAR Bandung hingga pukul 12.30 WIB Sabtu (24/1/2026) peristiwa longsor di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, diperkirakan total terdampak 113 jiwa (34 KK) dengan rincian korban selamat 23 orang, 8 orang meninggal dunia dan 82 orang masih dalam pencarian.
Sebelumnya Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, sampai siang, akibat musibah tersebut dilaporkan lima orang warga dinyatakan meninggal dunia, sementara 89 orang lainnya masih dalam pencarian dan diduga masih tertimbun longsoran.
“Informasi yang saya terima dari Linmas dan Kepala Desa, yang sudah dipastikan meninggal dunia ada lima orang. Sedangkan yang belum ditemukan sebanyak 89 orang, diduga tertimbun,” papar Asep Ismail kepada wartawan di lokasi kejadian.
Menurut Asep Ismail, saat ini tim gabungan dari BPBD KBB, TNI, Polri, serta unsur relawan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), meski kondisi medan cukup berat. Tim SAR terus bekerja di lapangan untuk mencari korban yang belum ditemukan. “Mudah-mudahan seluruh korban bisa segera dievakuasi,” katanya.
Sementara sejumlah warga yang terdampak, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa telah menyiapkan lokasi penampungan sementara di wilayah Desa Pasirlangu. Terutama untuk mengantisipasi longsor susulan
“Warga yang mengungsi akan dialihkan ke tempat penampungan sementara. Saya bersama Camat Cisarua sudah mengecek langsung kesiapan lokasi tersebut,” jelas Asep.
Asep Ismail mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan seiring kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, sebagaimana peringatan dari BMKG.
Para relawan dibantu warga hingga siang dikabarkan masih terus melakukan uapaya pencarian para korban yang masih tertimbun
Dari keterangan yang berhasil dihimpun, data sementara di lapangan, sebanyak 20 rumah ambruk dan hanya satu rumah yang masih dalam kondisi utuh.
Longsor terjadi berasal dari lereng gunung kawasan Pasir Kuning yang menutup hampir seluruh area permukiman warga. (*)










