SUMEDANG, Potensinetwork.com – Bencana longsor skala besar melanda kawasan Saluran Air Sanggiang, Dusun Nangorak, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan. Material longsoran dengan dimensi fantastis—diperkirakan setinggi 200 meter dan lebar 100 meter—menutup total akses pengairan yang menjadi urat nadi bagi sedikitnya 100 hektar persawahan warga.
Ancaman Kekeringan di Depan Mata
Meski saat ini pasokan air masih terbantu oleh curah hujan, warga mulai dilingkupi kecemasan mendalam. Saluran Sanggiang merupakan satu-satunya sumber irigasi bagi empat wilayah RW di Dusun Nangorak, yakni RW 04, 05, 06, dan 07.
Ketua RT 02/RW 05, Hasan, mengungkapkan bahwa saat ini warga hanya bisa mengandalkan debit air dari Curug Jangkung yang volumenya sangat terbatas.
”Saat ini mungkin dampak kekeringan belum terlalu terasa karena masih ada hujan. Namun, kami sangat khawatir jika musim kemarau tiba. Debit air dari Curug Jangkung itu sangat kecil kalau kemarau. Tanpa Saluran Sanggiang, kami pastikan warga akan kesulitan air,” ujar Hasan saat ditemui di lokasi, Sabtu (11/04).
Upaya Warga Mencapai Titik Jenuh
Selama sepekan terakhir, masyarakat Dusun Nangorak telah bahu-membahu melaksanakan kerja bakti secara swadaya. Namun, besarnya volume material tanah, batu, dan pepohonan membuat upaya darurat tersebut tidak maksimal. Tanpa bantuan alat dan penanganan teknis dari pemerintah, pembersihan manual dianggap mustahil dilakukan.
Apresiasi BPBD dan Harapan pada PUPR serta Perhutani
Pada Sabtu ini, titik terang mulai muncul dengan kedatangan tim BPBD Kabupaten Sumedang. Petugas membantu warga mengevakuasi dan memotong pepohonan besar yang tumbang menutupi akses. Ketua RW setempat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan respons cepat dari pihak BPBD.
Namun, pekerjaan besar masih menanti. Warga kini menaruh harapan besar kepada:
1.Dinas PUPR Kabupaten Sumedang (Bidang SDA): Untuk segera meninjau lokasi dan menurunkan alat guna normalisasi saluran air sebelum kemarau tiba.
2.Pihak Perhutani: Diharapkan dapat bekerja sama memberikan solusi karena area longsoran berada di kawasan vegetasi yang memerlukan penanganan khusus.
”Kami memohon Pemkab Sumedang melalui instansi terkait bisa segera turun tangan. Ini bukan sekadar soal air, tapi soal kelangsungan hidup para petani di Dusun Nangorak,” tutup Hasan.




