BANDUNG, Potensinetwork.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti permasalahan sanitasi lingkungan saat melakukan Monitoring Kewilayahan di RW 10 Kelurahan Pasirjati dan RW 15 Kelurahan Pasanggrahan, Kamis, 8 Januari 2025. Di kedua kelurahan tersebut ditemukan masih banyak rumah warga yang belum memiliki septic tank layak.
Di RW 10 Kelurahan Pasirjati, tercatat sebanyak 84 rumah belum dilengkapi septic tank. Sedangkan di RW 15 Kelurahan Pasanggrahan terdapat 38 rumah dengan kondisi serupa.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat jika tidak segera ditangani.
Menanggapi hal tersebut, Farhan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan solusi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.
Untuk Kelurahan Pasanggrahan, pembangunan septic tank komunal dinilai kurang memungkinkan sehingga akan diterapkan septic tank individual menggunakan teknologi biotank.
“Di Kelurahan Pasanggrahan, septic tank tersebut tidak bisa dibikin komunal, tapi individual menggunakan teknologi biotank. Teknologi ini tidak perlu disedot secara berkala karena kotorannya dilarutkan dengan cairan khusus,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, teknologi biotank merupakan solusi yang lebih praktis dan ramah lingkungan, terutama untuk kawasan permukiman padat dengan keterbatasan lahan.
Farhan juga mengajak warga yang hingga kini belum memiliki septic tank agar segera melapor melalui ketua RW setempat.
Pemerintah Kota Bandung siap menindaklanjuti laporan tersebut secara langsung, baik dengan pembangunan septic tank komunal maupun perorangan sesuai kebutuhan.
“Untuk masyarakat yang sekarang tidak ada septic tank, segera lapor ke RW. Nanti saya akan samperin satu-satu. Kita bikinin septic tank, bisa komunal atau perorangan. Yang penting tidak boleh terjun bebas,” ujarnya. ***




