News  

Paskibraka Harus Jadi Pionir Nasionalisme

SUMEDANG, Potensinetwork.com – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumedang harus mampu menjadi pionir nasionalisme di tengah masyarakat.

Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar kebanggaan karena terpilih dari ribuan pelajar. Lebih dari itu, mereka mendapat kepercayaan untuk membawa nama baik Kabupaten Sumedang sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

“Adik-adik harus jadi pionir di tengah-tengah masyarakat, di tengah-tengah generasinya. Standar nasionalismenya harus lebih tinggi daripada yang lainnya,” ujar Bupati Dony saat mengukuhkan 54 anggota Paskibraka Kabupaten Sumedang Tahun 2026 di Gedung Negara, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, proses pembinaan dan latihan yang telah dijalani para anggota Paskibraka merupakan sebuah “sekolah kehidupan”. Di dalamnya mereka ditempa untuk memiliki kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, saling percaya, serta saling menguatkan.

Baca Juga:  Puluhan Tokoh Nasional Raih Anugerah Sahabat Pers dan Pin Emas Dalam Konvensi Nasional SMSI

Bupati Dony juga mengingatkan agar nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme yang telah tertanam selama proses pembinaan tidak berhenti pada pelaksanaan tugas pengibaran bendera. Nilai tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Paskibraka tidak hanya sebatas menjadi orang pilihan, tetapi sesungguhnya generasi muda pilihan yang sedang diberikan kepercayaan untuk membawa kehormatan Kabupaten Sumedang,” katanya.

Bupati Dony mengajak para Paskibraka menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan media sosial. Mereka diminta menyampaikan informasi berdasarkan fakta, menghindari hoaks dan fitnah, serta mampu memberikan apresiasi maupun kritik kepada pemerintah secara objektif dan proporsional.

Baca Juga:  Ketua Komisi B: Kita Ikut Terlibat, Tapi Bukan Bagian Struktur Satgas PBG

“Ketika baik, sampaikanlah kebaikannya. Ketika kurang baik, sampaikanlah kritiknya dengan cara yang tepat,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar menjalankan prosesi seremonial. Di balik bendera tersebut terdapat sejarah, perjuangan, pengorbanan, dan cita-cita para pahlawan yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Ketika melihat bendera Sang Saka Merah Putih, itu tidak hanya sebatas kain. Di dalam bendera itu ada sejarah, ada perjuangan, ada pengorbanan, ada darah, dan ada cita-cita para pahlawan kita,” katanya.***