News  

Becak Listrik Bisa Jadi Ekosistem Transportasi Publik

becak listrik

SUMEDANG, Potensinetwork.com – Keberadaan becak listrik bantuan Presiden Prabowo untuk 220 pengemudi becak di Sumedang berpotensi menjadi bagian dari ekosistem transportasi publik di Sumedang. Pemerintah Kabupaten Sumedang saat ini tengah menggalakkan program Rabu dan Jumat Ngangkot untuk mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum.

“Dengan adanya becak listrik ini bisa menjadi alternatif angkutan umum untuk membantu program ini supaya bisa berjalan dengan baik,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat melihat pelatihan becak listrik di lapangan PPS, Rabu (9/9/2026).

Bantuan becak listrik tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo untuk para tukang becak, khususnya mereka yang telah berusia lanjut 55 tahun ke atas. Program ini diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya. Para penerima juga diingatkan untuk tidak menyerahkan uang kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan program bantuan becak listrik.

Baca Juga:  Jawa Barat Terbanyak, Rubuan Kali Bencana Terjadi di Indonesia Sepanjang 2021

“Tujuan Pak Presiden Prabowo karena banyak tukang becak di Indonesia ini usianya sudah lanjut dan masih menyewa. Supaya bapak-bapak semua itu punya aset di usia lanjut, berupa becak listrik,” ujar Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Wisnu.

Menurutnya, harga satu unit becak listrik di atas Rp20 juta. Karena itu, penerima diminta menjaga bantuan tersebut dan tidak menjual, menggadaikan maupun menyewakannya kepada orang lain. Program tersebut juga menyasar tukang becak berusia 55 tahun ke atas pada gelombang pertama. Sementara tukang becak yang berusia di bawah 55 tahun akan tetap didata untuk mendapatkan bantuan pada tahap berikutnya.

Baca Juga:  Pjs. Bupati Bandung Dikky Achmad Sidik Monitoring Pelaksanaan SKD CPNS Formasi Tahun 2024

“Untuk yang belum dapat di periode pertama, tolong jangan berkecil hati. Kami hanya menjalankan amanah. Kami selesaikan dulu untuk para lansia,” ujar perwakilan GSN.

Dalam pelatihan tersebut, para tukang becak juga mendapatkan teori dan praktik dari tim teknis PT Pindad selaku pihak yang memproduksi becak listrik tersebut. Para peserta diminta serius mengikuti pelatihan karena meskipun sudah terbiasa mengendarai becak, becak listrik memiliki karakteristik pengoperasian yang berbeda.

“Memang kalau bapak-bapak semua tukang becak sudah bisa naik becak, cuma beda ini. Ini becak listrik,” jelasnya.

Baca Juga:  Bakamla RI Ramaikan Peringatan Hari Armada Republik Indonesia

Ia mencontohkan, ketidakmampuan mengendalikan laju becak listrik dapat membahayakan pengemudi. Karena itu, pemahaman mengenai cara mengoperasikan kendaraan menjadi bagian penting sebelum becak digunakan sehari-hari. Selain pelatihan, para penerima juga akan melalui proses registrasi dan pendataan untuk memastikan bantuan diterima oleh penerima sesuai kriteria.

Untuk pengisian daya, becak listrik tersebut dapat menggunakan listrik rumah tangga dengan biaya pengisian yang relatif terjangkau. Ke depan, pemerintah daerah juga didorong menyiapkan titik-titik pengisian daya di sejumlah pangkalan atau lokasi yang ramai.***