News  

Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Andir Tetap Berjualan di Tengah Keterbatasan

GARUT, Potensinetwork.com.- Pasca musibah kebakaran yang melanda Pasar Andir, Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Kamis malam (07/09/2026) sekitar pukul 20.15 WIB, aktivitas perdagangan mulai berangsur pulih meski dengan segala keterbatasan fasilitas.

Berdasarkan data mutakhir dari pihak berwenang per Sabtu (10/10/2026), dari total 731 kios yang ada, sebanyak 382 kios hangus terbakar.

Rinciannya: 113 kios Blok A hangus dan 16 kios terdampak, 48 kios Blok B hangus, 180 kios Blok C hangus, serta 25 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) hangus.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut, Ridwan Efendi, membenarkan data tersebut.

“Data mutakhir sesuai, sebanyak 382 kios. Untuk kerugian materiil masih dihitung menunggu rekap laporan dari para pedagang. Sementara ini kami melakukan tanggap darurat agar transaksi tetap berjalan,” ujar Ridwan, Minggu (12/10/2026).

Baca Juga:  7 Hari Korban Longsor Arjasari Belum Ditemukan: Bupati Bandung Hentikan Pencarian Korban

Saat ini, proses pembersihan puing-puing pasca kebakaran terus dilakukan. Kegiatan tersebut melibatkan gabungan personel dari TNI 5 orang, POLRI 5 orang, Tagana, Linmas, Satpol PP, dan UPT Disperindag dengan total 70 orang.

“Diperkirakan dalam waktu satu minggu pembersihan beres,” kata Ridwan.

Lebih jauh, Ridwan menuturkan, ke depan seluruh pasar di Kabupaten Garut harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai bentuk mitigasi bencana.

“Idealnya seluruh pasar harus SNI. Mitigasi perencanaan seperti instalasi listrik, pengolahan sampah, kerapian, kebersihan, sarana air limbah, perlu diperhatikan untuk mempermudah penanganan. Kita mendorong semua pasar termasuk Pasar Andir memenuhi SNI. Sebagai mitigasi harus menyediakan APAR dalam skala besar,” tuturnya.

Baca Juga:  Gempa M5,3 Guncang Nias Selatan, Juga Terjadi di Padang

Himbauan Ketua Iwapa

Sementara itu, Ketua Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Pasar Andir, H. Yaya mengatakan, pihaknya selalu memberikan imbauan kepada pedagang untuk lebih berhati-hati, terutama terkait pemasangan jaringan instalasi listrik dan penggunaan kompor yang harus sesuai standar keamanan.

“Kita semua harus berpikir bahwa kerugian materi bisa diganti, tapi Alhamdulillah dalam musibah ini tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.

Ketua Iwapa menilai, pasca kebakaran ini Pemerintah Kabupaten Garut perlu melakukan perencanaan revitalisasi secara menyeluruh.

“Secara konsep, Pasar Rakyat Andir Bayongbong perlu dievaluasi dan dikaji lebih dalam. Pasar bukan hanya tempat transaksi, melainkan harus memenuhi SOP yang mengacu pada SNI sebagaimana UU No. 7 Tahun 2014 tentang pengelolaan pasar,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Raih Penghargaan IGA Kemendagri dengan Predikat Sangat Inovatif

Menurutnya, pembenahan yang perlu ditingkatkan meliputi infrastruktur jalan yang layak di dalam pasar, pemasangan instalasi listrik yang aman, tersedianya APAR berskala besar, pengelolaan sampah secara kontinu, penempatan pedagang yang teratur dan tidak memakan badan jalan, serta memberikan ruang keamanan bagi pejalan kaki berupa trotoar.

“Dengan begitu keindahan dan kenyamanan pasar dapat dinikmati bersama,” tutupnya. *(Asep.R)*