News  

Dualisme Berakhir, Kadin Kabupaten Bandung Kembali Satu

KAB.BANDUNG, Potensinetwork.com.-Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi rekonsiliasi yang menyatukan kembali Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung.

Penyatuan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) I Kadin Kabupaten Bandung 2026 di Gedung Moh Toha, Soreang, Kamis (15/10/2026).

Bupati yang akrab disapa KDS mengatakan pertemuan yang mempertemukan dua putra daerah, Boni Anggara dan Mohamad Iqbal, menjadi momentum penting untuk mengakhiri perbedaan di tubuh organisasi pengusaha tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini sudah kita saksikan bersama kekompakan dua putra daerah Kabupaten Bandung, Kang Boni dan Kang Iqbal, sehingga terjadi Rapimkab pertama Kadin Kabupaten Bandung. Ini menggambarkan bahwa keinginan untuk tetap bersatu sangat kuat,” kata KDS saat memberikan arahan.

Baca Juga:  Infrastruktur Sanitasi Berbasis Masyarakat Tahun 2023 Sudah Bisa Digunakan Masyarakat di 5 Kelurahan

Ia menyampaikan terima kasih kepada Boni Anggara atas kiprah dan kontribusinya selama memimpin Kadin Kabupaten Bandung. KDS juga mengucapkan selamat kepada Mohamad Iqbal yang kini menakhodai organisasi tersebut.

Menurutnya, rekonsiliasi itu patut disyukuri karena membuka ruang bagi Kadin untuk kembali menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam menggerakkan investasi dan perekonomian.

“Karena Kabupaten Bandung kangen dengan Kadin Kabupaten Bandung. Saya siap berkolaborasi dengan Kadin,” ujarnya.

Minta MoU dengan DPMPTSP untuk Undang Investasi

KDS meminta Kadin memperkuat koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung. Menurut dia, dinas tersebut memiliki informasi yang dibutuhkan untuk memetakan peluang investasi, sedangkan Kadin diharapkan mampu menjembatani peluang itu dengan calon investor.

Baca Juga:  Bikin Bangga! Bunda PAUD Kabupaten Bandung Raih Apresiasi dari Kemendikbud Ristek RI

Ia mendorong Kadin dan DPMPTSP membangun kerja sama melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

KDS menilai Kabupaten Bandung memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan untuk menarik investasi.

Iqbal: Tidak Ada Dualisme Lagi

Ketua Kadin Kabupaten Bandung Mohamad Iqbal mengatakan rekonsiliasi tersebut menjadi titik akhir dari proses panjang untuk menyatukan kembali organisasi. Ia mengapresiasi dukungan Dadang yang dinilainya berperan dalam mempertemukan para pihak hingga tercapai kesepakatan.

“Alhamdulillah, berkat bantuan Pak Bupati, Kadin hari ini bisa satu. Tidak ada dualisme lagi,” kata Iqbal.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Boni Anggara atas pengorbanan, dedikasi, dan kontribusinya selama sekitar setahun terakhir. Menurut Iqbal, Rapimkab kali ini menjadi momentum konsolidasi untuk memastikan Kadin kembali bergerak dengan satu kepemimpinan dan agenda bersama.

Baca Juga:  Program PAT, Babinsa Kodim 0624/Kab Bandung Turun Ke Sawah Lakukan Pendampingan.

Rapimkab I Kadin Kabupaten Bandung 2026 mengusung tema ekonomi, investasi, dan lapangan kerja. Iqbal mengatakan Kadin ingin menjadi rumah bagi para pelaku usaha sekaligus organisasi yang mampu membangun kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Tugas kita sederhana sekarang, pastikan pertumbuhan itu membuka lapangan kerja bagi warga,” ujarnya.

Dengan rekonsiliasi tersebut, Kadin Kabupaten Bandung diharapkan dapat kembali memusatkan perhatian pada penguatan dunia usaha, perluasan investasi, dan penciptaan kesempatan kerja. ***