Lebih lanjut, Buya Yahya mengatakan jika seorang perempuan yang tidak merasakan keluar mani sama sekali saat berhubungan, maka mani yang keluar adalah mani suami. Jika yang keluar mani suami maka cukup dengan mandi saja.
“Kalau memang seperti itu, tentunya itu tadi, jika Anda waktu berhubungan mungkin merasakan kelezatan. Kalau Anda tidak merasakan keluar mani sama sekali, maka itu mani suami. Kalau mani suami, asalkan Anda sudah mandi, keluar tidak menjadikan Anda wajib mandi besar lagi,” papar Buya Yahya.
Sedangkan apabila ada orang yang terus menerus keluar mani, Buya Yahya mengatakan jika itu termasuk kedalam penyakit dan dimaafkan.
“Ada orang yang terus menerus keluar mani, kalau dicium aromanya aroma mani, tidak berhenti, merembes terus air mani, itu penyakit dan dimaafkan,” kata Buya Yahya.
Itulah penjelasan Buya Yahya mengenai apakah air mani yang terus menerus keluar setelah berhubungan harus mandi lagi. Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga bermanfaat.***




