Hampir Capai 20 Ribu Kasus, Geo Dipa Energi Gelar Sosialisasi Cegah Stunting Bersama Dinkes

Sementara menurut HCF Manager Geo Dipa Unit 1, Rita Purwita, dalam sosialisasi stunting ini, selain memberikan pembelajaran kepada warga tentang, pihak Geo Dipa juga memberikan bantuan tambahan makanan atau nutrisi bagi ibu hamil dan balita, serta bantuan antropometri kit yang dapat digunakan dalam kegiatan posyandu.

“Masa depan negeri ini hanya bergantung pada anak-anak yang sekarang masih balita. Jadi negeri ini kedepannya bisa maju, bisa berkembang tergantung pada anak-anaknya. Karena itu kami turut membantu, peran serta mendukung program pemerintah dalam penumpasan stunting sehingga nanti tercipta generasi generasi muda yang lebih sehat,” kata Rita.

Sementara kaitan pemotongan hewan kurban, menurut Rita, pihaknya akan melakukan serah terima hewan kurban kepada sejumlah desa di Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey dan Kecamatan Rancabali (Pacira).

Baca Juga:  Profesi dengan Metode Bisnis Otak Kanan, Lebih Membuka Peluang dan Kreatif

“Insyaallah akan diserahterimakan besok, total hewannya satu ekor sapi dan 21 ekor kambing,” tutur Rita.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Kamal Nurdin, menyebutkan, kasus stunting di Kabupaten Bandung saat ini sudah mengalami penurunan. Dari semula sekitar 9,42 persen balita, saat ini menurun menjadi 8,3 persen. “Atau kalau dijumlahkan ada 18 ribuan kasus, karena jumlah bayi di Kabupaten Bandung cukup banyak mencapai 320.000 bayi,” katanya.

Ia menyebutkan, tujuan sosialisasi ini, sebagai upaya pencegahan stunting agar masyarakat lebih paham sehingga bayinya terhindar dari stunting.

Baca Juga:  Tingkatkan Pelestarian Primata, Geo Dipa Energi Dukung Pelepasliaran Sepasang Owa Jawa di Cagar Alam Gunung Tilu

Ia berharap, tahun 2025 harus bebas stunting sehingga ada hal-hal yang harus dilakukan diantaranya ibu ibu yang memiliki balita agar memperhatikan dan memberikankan asi hingga usia 6 bulan setelah enam bulan diperkenalkan makanan pendamping asi karena asi sudah tidak mencukupi setelah 2 tahun pemberiannya selesai.