News  

Enam Inovasi Quick Win Jadi Fokus Rapat Persiapan Smart City Garut

bappeda
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengadakan rapat persiapan implementasi Smart City pada Senin (20/5/2024) di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut.

GARUT, POTENSINETWORK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengadakan rapat persiapan implementasi Smart City pada Senin (20/5/2024) di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut.

Didit Fajar Putradi, Ketua Tim Pelaksana Smart City sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Garut, menjelaskan bahwa rapat tersebut dihadiri oleh pemilik quick win untuk menyambut evaluasi pelaksanaan tahap pertama Smart City tahun 2024.

“Kami telah menyiapkan enam inovasi untuk evaluasi ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Koramil 1119/Pameungpeuk Lakukan Penanaman Pohon sebagai Upaya Mitigasi Bencana

Evaluasi tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk kepala daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Bappeda, pemilik quick win, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan Dinas Kesehatan. Didit menargetkan agar semua kuisioner dari penyelenggara nasional dapat diselesaikan sebelum 30 Mei.

“Hasil evaluasi nanti akan diunggah melalui satu akun di Dinas Kominfo, dengan sekretariat Smart City yang akan mengkompilasi dan memastikan unggahan,” tambah Didit. Evaluasi akan dilakukan pada 25 Juni di Denpasar, Bali, dengan kehadiran Penjabat (Pj) Bupati Garut secara langsung dan kepala perangkat daerah secara daring.

Baca Juga:  Gempa Bumi M 6,7 Banten, Sejumlah rumah Rusak

Ia berharap, proses pelaksanaan persiapan dapat berjalan dengan baik, sehingga Kabupaten Garut dapat menghasilkan evaluasi yang terbaik. Selain itu, pihaknya juga bertekad untuk membuktikan bahwa penyelenggaraan quick win di Kabupaten Garut telah direncanakan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Harapannya tentu berkelanjutan 2025 harus kita siapkan 2026 dan seterusnya, karena kota cerdas ini atau smart city ini adalah salah satu prasyarat kemajuan peradaban kita bangsa Indonesia,” katanya.