News  

Desa Sukahaji Adakan Sosialisasi Kegiatan Penggemukan Domba Tahun 2024 Dalam Program Ketahanan Pangan

GARUT, POTENSINETWORK.COM – Kepala Desa Sukahaji dan Ketua pelaksana kegiatan Ketahanan Pangan Desa Sukahaji Kec. Sukawening Kab. Garut adakan sosialisasi bimtek peternakan penggemukan domba dalam program ketahanan pangan. Musyawarah ini membahas mengenai teknis di lapangan dan progres yang akan berjalan tahun ini.

Acara tersebut dihadiri, Camat Sukawening Jeje Jenal, S.S.Tp.M.Si, Danramil yang diwakili, dan Dinas Peternakan, Jum’at (07-06-202).

Dalam sambutannya Kepala Desa Sukahaji Abdul Hayat menjelaskan, seperti banyak daerah pedesaan lainnya, menghadapi tantangan dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakatnya. Salah satu langkah telah diambil oleh Pemerintah Desa dan lembaga terkait untuk mengatasi masalah ini. Salah satu program yang dijalankan adalah program Ketahanan Pangan, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan lokal dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Baca Juga:  Stok Oksigen di Jabar Aman Aman, Masyarakat Bisa Akses Layanan Omat

Dalam hal ini alokasi dari Dana Desa untuk ketahanan pangan berfokus pada ternak kambing. Kambing dipilih sebagai hewan ternak karena mereka memiliki beberapa keunggulan, seperti adaptibilitas yang tinggi terhadap lingkungan, kemampuan berkembang biak dengan cepat, dan memberikan manfaat ganda melalui daging dan susunya.

“Saya sangat mendukung dan memelopori adanya kegiatan ini, dan kami pikir ini sangat bagus untuk mensejahterakan masyarakat, kalau bagi hasil dalam bentuk benda agar merata dan kalau dijual sebagusnya disisihkan untuk warga desa dan ini salah satu kegiatan penghasilan berkelanjutan,” tutur Kades Sukahaji, Abdul Hayat.

Baca Juga:  Siap-siap, Kabupaten Bandung akan Rekrut 1.500 ASN Baru Tahun 2024

Sementara Camat Sukawening Jeje Jenal, S.S.Tp.M.MSu, saat menghadiri sosialisasi kegiatan bimtek program ketahanan pangan alokasi ternak domba, dalam sambutannya mengatakan bahwa  Desa mandiri pangan adalah desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi melalui pengembangan subsistem ketersediaan.

Lebih lanjut Camat Sukawening Jeje Jenal mengatakan, subsistem distribusi dan subsistem konsumsi dengan memanfaatkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan. Desa  Mandiri   Pangan   merupakan salahsatu kegiatan dalam mengurangi  kerawanan pangan, menciptakan  ketahanan  pangan  dan menurunkan tingkat kemiskinan dalam suatu wilayah pedesan.

“Program Aksi Desa Mandiri Pangan dilakuan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuan, mencari  alternatif peluang  dan pemecahan masalah serta mampu mengambil keputusan sehingga tercapai kemandirian. Dalam pelaksanaan program Desa mandiri pangan dibentuk kelompok  afinitas , kelompok tersebut  ditumbuh kembangkan didasarkan kesamaan visi dan tujuan dalam pemberdayaannya melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan.” ungkapnya. (T.Wirama).