Migimo dan Teknologi yang Lahir dari Empati: Mengembalikan Nilai Remitansi untuk Pahlawan Devisa

migimo
Founder Migimo, Tata Sugiarta (ke tiga dari kanan) berfoto bersama peserta dan penyelenggara acara dalam sesi Lunch & Launch Garuda Spark Innovation Week di Jakarta. (Foto: potensinetwork.com/Istimewa)

JAKARTA, POTENSINETWORK.COM — Di tengah geliat inovasi startup Indonesia yang kerap diukur dari valuasi dan skala pertumbuhan, Migimo hadir membawa narasi berbeda. Startup berbasis koperasi ini tidak memulai inovasinya dari teknologi semata, melainkan dari empati—dari pengalaman jutaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang selama ini menjadi penyumbang devisa negara, namun belum sepenuhnya menikmati nilai ekonomi dari kerja keras mereka sendiri.

Narasi empati itulah yang membawa Migimo terpilih sebagai salah satu dari 10 startup yang tampil dalam sesi Lunch & Launch pada ajang Garuda Spark Innovation Week, forum eksklusif yang mempertemukan startup potensial dengan investor, pemimpin korporasi, dan ekosistem inovasi nasional baru-baru ini di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman Lantai 8, Jakarta, dan dikenal sebagai panggung selektif yang hanya menghadirkan startup dengan kesiapan produk, model bisnis, serta potensi dampak kuat.

Dari Transaksi ke Pemberdayaan

Migimo mengusung visi besar: “Menghubungkan 86 Negara, Mengembalikan Keuntungan Remitansi pada 5 Juta Pahlawan Devisa.” Selama ini, layanan remitansi identik dengan kecepatan dan efisiensi transaksi. Migimo melangkah lebih jauh dengan membangun ekosistem keuangan digital berbasis koperasi, di mana PMI tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga pemilik sekaligus penerima manfaat dari nilai ekonomi yang dihasilkan.

Baca Juga:  Bupati Ajak DWP Pulihkan Ekonomi

“PMI mengirimkan uang lintas negara, tetapi nilai ekonominya sering kali tidak kembali kepada mereka secara utuh. Migimo hadir untuk memastikan kerja keras para Pahlawan Devisa benar-benar memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Tata Sugiarta, Founder Migimo.

Dengan menjangkau PMI di 86 negara penempatan, Migimo tidak hanya menghubungkan arus uang lintas batas, tetapi juga menghubungkan keluarga yang terpisah jarak, harapan yang dititipkan dalam remitansi, serta masa depan jutaan PMI di Indonesia.

Dalam sesi Live Stage Presentation, Migimo memaparkan solusi dan model bisnisnya di hadapan jajaran juri dari ekosistem investasi dan korporasi nasional, yakni Puja Pramudya (CEO Radya Labs), Wulan Pangestika (Senior Investment Analyst DSX Ventures), dan Diaz Salsabilla (Strategy Team NSEI–ParagonCorp). Penilaian langsung dari para praktisi ini menjadi validasi bahwa pendekatan Migimo tidak hanya relevan secara sosial, tetapi juga memiliki potensi bisnis dan keberlanjutan di level nasional.

Baca Juga:  Sukseskan Program Bupati Bandung, BPR Kerta Raharja Salurkan Rp 19 Miliar Dana Bergulir

Format Lunch & Launch yang memadukan pitching dengan exclusive networking lunch membuka ruang dialog langsung antara founder startup, investor, dan mitra strategis. Bagi Migimo, forum ini menjadi momentum untuk membuka peluang kolaborasi dan memperluas jangkauan dampak solusi keuangan berbasis koperasi yang dikembangkan.

Kehadiran Migimo dalam Garuda Spark Innovation Week sekaligus menegaskan bahwa startup berbasis koperasi mampu berdiri sejajar dengan startup teknologi lainnya. Dengan diferensiasi yang kuat—keadilan ekonomi dan empati sebagai nilai inti—Migimo menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu tentang siapa yang tumbuh paling cepat, tetapi tentang siapa yang mampu menghadirkan manfaat paling bermakna. (Teguh Ari Prianto)