Migimo Raih Penghargaan Best Impact & Sustainability di Venture Connect 2025 — Buktikan Teknologi Bisa Jadi Jalan Pulang yang Lebih Baik bagi Pekerja Migran Indonesia

penghargaan
Tata Sugiarta, Founder & CEO Migimo, sedang mempresentasikan inovasi Migimo dalam ajang Venture Connect 2025, saat menerima penghargaan Best Impact & Sustainability. (Foto: potensinetwork.com/Istimewa)

KOTA BANDUNG, POTENSINETWORK.COM — Dari ruang kecil di Bandung, sebuah gagasan sederhana tumbuh menjadi gerakan besar. Migimo, startup berbasis koperasi yang digagas oleh purna migran asal Jepang, Tata Sugiarta, baru saja mengukir prestasi nasional dengan meraih penghargaan Best Impact & Sustainability dalam ajang Venture Connect 2025, yang diselenggarakan oleh Innovation Factory, Block71, dan Taka Lab.

Namun di balik gemerlap penghargaan itu, tersimpan kisah mendalam tentang bagaimana teknologi bisa menjadi “jalan pulang” yang lebih baik bagi jutaan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Kisah Migimo berawal dari keresahan yang sangat manusiawi. Tata Sugiarta, yang pernah menjadi pekerja migran di Jepang, menyaksikan sendiri bagaimana ribuan tenaga kerja Indonesia bekerja keras demi keluarga, namun sering kali pulang tanpa kepastian finansial.

“Pekerja migran adalah penyumbang devisa terbesar kedua bagi Indonesia, tapi mereka tidak punya sistem keuangan yang benar-benar berpihak kepada mereka,” tutur Tata.

Keresahan itulah yang kemudian menjelma menjadi aksi nyata. Melalui Migimo, Tata membangun ekosistem digital berbasis koperasi yang bukan hanya mengalirkan uang, tapi juga menghubungkan mimpi, keluarga, dan masa depan ekonomi jutaan pekerja migran di 86 negara penempatan.

Baca Juga:  Harga Minyak Goreng Turun Drastis, Jangan ada Panic Buying.Ini kata Bupati Bandung

Bagi Tata, teknologi seharusnya bukan sekadar alat transaksi, melainkan alat pemberdayaan. Migimo hadir dengan konsep remitansi terintegrasi dan Unit Modal Penyertaan (UMP) — sistem di mana pekerja migran bisa menjadi pemilik sekaligus penerima manfaat dari ekosistem yang mereka jalankan sendiri.

“Migimo bukan sekadar aplikasi kirim uang. Kami ingin keuntungan dari remitansi kembali kepada para pekerja migran Indonesia, bukan hanya dinikmati segelintir orang,” ujar Tata. “Penghargaan ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat sosial yang nyata.”

Dalam model bisnisnya, Migimo memadukan nilai ekonomi dan nilai kemanusiaan. Uang yang dikirim bukan hanya sampai ke rekening keluarga, tapi juga menumbuhkan aset koperasi, membuka peluang usaha, dan menghidupkan mimpi-mimpi baru di tanah air.

Penghargaan dan Langkah Baru Migimo

Dalam ajang Venture Connect 2025, Migimo berhasil mencuri perhatian para juri yang terdiri dari Wilton Halim (Monk’s Hill Ventures), Sumarny Elisabeth Manurung (SPIL Ventures), dan Puja Atlilar (Hasnar Group). Ketiganya menilai startup peserta berdasarkan impact potential, scalability, innovation, dan sustainability.

Baca Juga:  Produksi Gula Aren Sindangkerta Tetap Jalan Meski Jumlah Pohon Mulai Menurun

Migimo dinilai unggul karena keberhasilannya memadukan financial inclusion, social innovation, dan sustainable community growth dalam satu platform digital.

Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menjadi validasi bahwa pendekatan sosial dan teknologi dapat berjalan beriringan, menciptakan dampak nyata bagi kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan.

Setelah kemenangan ini, Migimo menatap masa depan dengan semangat baru. Startup ini tengah menyiapkan langkah strategis menuju Road to MoU dengan Kementerian Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), implementasi Direct API QRIS dengan Bank Mandiri, hingga perekrutan perwakilan di 86 negara.

Langkah-langkah itu bukan hanya ekspansi bisnis, melainkan bagian dari cita-cita besar Migimo untuk membangun ekosistem ekonomi migran yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kami percaya, dampak terbaik bukan diukur dari angka, tapi dari keluarga yang pulang lebih kuat — secara finansial dan spiritual,” tutur Tata Sugiarta dengan mata berbinar. “Migimo ingin menjadi jembatan menuju itu.”

Dengan tagline “Connecting Dreams”, Migimo ingin terus menegaskan bahwa perjalanan pekerja migran tidak berhenti di luar negeri. Ada jalan pulang yang lebih baik, lebih berdaya, dan lebih bermakna.

Baca Juga:  Bupati : Dana Bergulir Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

Melalui kombinasi antara koperasi, teknologi, dan semangat gotong royong, Migimo telah membuka babak baru: bahwa inklusi keuangan bukan hanya tentang akses ke layanan perbankan, tetapi juga tentang akses untuk bermimpi, membangun, dan kembali dengan kehormatan.

Di tangan orang-orang seperti Tata Sugiarta dan komunitas pekerja migran yang percaya pada perubahan, teknologi kini bukan hanya soal digital disruption, tetapi digital compassion — kasih yang terhubung lewat inovasi.

Tentang Migimo
Migimo adalah aplikasi terintegrasi bagi Pekerja Migran Indonesia yang menggabungkan layanan remitansi dan Unit Modal Penyertaan (UMP) dengan sistem pendapatan harian dan bagi hasil bulanan. Startup ini berkomitmen menjadi pionir gerakan ekonomi migran berkelanjutan di Asia Tenggara.

📧 Email: migimoid@gmail.id

🌐 Website: www.migimo.id

📱 Instagram: @migimoid

📞 Kontak Media: Tata Sugiarta – Founder & CEO Migimo (WhatsApp: 0812 8432 3000)