News  

Polda Jabar Kerahkan Tim DVI ke Lokasi Longsor di Desa Pasirlangu 

POTENSINETWORK.COM – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar dikerahkan ke lokasi longsor maut di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026) untuk proses identifikasi korban yang meninggal.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Posko Desa Pasirlangu hingga pukul 12.05 WIB, longsor itu menimbun sekitar 30 rumah warga tertimbun, 113 orang dan 34 kepala keluarga (KK) terdampak, 23 orang selamat, meninggal 7 orang serta 83 belum ditemukan di Kampung Pasir Kuning RT 05/11 dan Pasirkuda RT 01/10.

Kemudian di Kampung Babakan Cibudah, RT 05/07, Desa Pasirlangu terjadi banjir bandang yang menyebabkan 1 rumah rusak berat. Banjir tersebut menyebabkan 3 orang tertimbun dan sudah dievakuasi ke Puskesmas terdekat serta rumah sakit dan 1 orang dilaporkan selamat.

Baca Juga:  Kemenko Perekonomian Gelar FGD di Kebun Eptilu Cikajang Bahas Closed Loop System Hortikultura Sulawesi Selatan

“Tentunya kita berkoordinasi, posko DVI sudah ada dengan posko dari Dinas Kesehatan KBB,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra di lokasi.

Niko mengatakan, semua korban yang sudah ditemukan meninggal dunia akibat longsor di area pertanian dan pemukiman di kaki Gunung Burangrang tersebut sudah teridentifikasi.

“Koordinasi terus di lokasi tersebut sehingga bisa melakukan upaya untuk melakukan evakuasi terhadap beberapa korban dan 7 korban yang sudah ditemukan. Sudah dievakuasi dan sudah berhasil diidentifikasi,” ujar Niko.

Personel Polri sudah dikerahkan ke lokasi bersama petugas gabungan lainnya untuk melakukan pencarian terhadap korban. Sebab, polisi menerima informasi masih ada sekitar 83 orang yang hingga kini belum ditemukan. Anjing pelacak atau K9 juga sudah dikerahkan ke lokasi.

Baca Juga:  Kasdam III/Siliwangi Resmi Menutup TMMD ke-123 di Subang

“Dari Polres Cimahi maupun dari pores ada kurang lebih 60. Tentunya dari Polda juga ada berturut-turut untuk membantu,” ucap Niko. (*)