News  

Pompa Bertekanan Tinggi Jadi Andalan Diskarmatan Kota Bandung Cari Korban Longsor Cisarua

BANDUNG BARAT, Potensinetwork.com – Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung turut mengambil peran aktif dalam penanganan bencana longsor di wilayah Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sejak hari pertama kejadian, Diskarmatan Kota Bandung menerjunkan personel terbaiknya untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun material longsoran.

Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar menjelaskan, setiap hari pihaknya menurunkan dua regu, terdiri dari regu rescue dan regu pemadaman, dengan total 14 personel yang bertugas secara bergiliran di lokasi bencana.

“Sejak hari Sabtu (24 Januari 2026) pagi, kami sudah berada di lokasi. Sampai hari ini sudah empat hari kami terjunkan personel untuk membantu evakuasi korban longsor,” kata Soni, saat dikonfirmasi, Selasa 27 Januari 2026.

Baca Juga:  Warga Tewas, Ratusan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjar

Dalam operasi tersebut, Diskarmatan Kota Bandung mengandalkan pompa air bertekanan tinggi sebagai sarana utama. Pompa ini digunakan untuk membuka dan mengurai material tanah longsor agar korban yang tertimbun dapat segera ditemukan dan dievakuasi.

“Dengan tekanan air yang tinggi tanah-tanah longsoran bisa dibuka sehingga memudahkan proses evakuasi korban yang berada di dalam timbunan,” jelasnya.

Soni menambahkan, penggunaan alat berat sepenuhnya dilakukan oleh tim SAR, BNPB, dan BPBD. Sedangkan Diskarmatan Kota Bandung fokus pada pemanfaatan sarana dan keahlian yang dimiliki oleh petugas pemadam dan rescue.

Baca Juga:  Penguatan Pembangunan Zona Integritas, Irwil: Integritas Pegawai sebagai Fundamental Perubahan

Namun, selama proses penanganan, Diskarmatan Kota Bandung menghadapi sejumlah kendala, terutama pada hari pertama. Akses menuju lokasi bencana yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan pemadam kebakaran.

Selain itu, kebutuhan debit air yang besar untuk mengoperasikan pompa bertekanan tinggi juga menjadi hambatan.

“Karena membutuhkan debit air yang cukup besar kami sempat kesulitan. Akhirnya kami membuat bendungan sementara agar tersedia air yang bisa digunakan untuk penyemprotan,” ungkapnya.

Terkait durasi penugasan, Soni menegaskan Diskarmatan Kota Bandung akan tetap berada di lokasi hingga ada komando dari Basarnas dan BPBD mengenai penghentian pencarian korban.

Baca Juga:  Bupati Bandung Siapkan Sanksi Demosi Bagi ASN yang Melanggar Aturan dan Etos Kerja

Lebih lanjut, keterlibatan Diskarmatan dalam penanganan longsor ini menjadi pembelajaran penting dalam menghadapi potensi bencana di Kota Bandung, terutama saat cuaca ekstrem.

Soni menyebut, pihaknya telah menyiapkan pompa air untuk penanganan banjir, serta personel rescue untuk human rescue maupun animal rescue jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Meski sebagian personel diterjunkan ke Cisarua, Soni memastikan pelayanan Damkar di Kota Bandung tetap berjalan optimal.

“Memang ada pengurangan personel karena sebagian kami kerahkan ke sana tapi sudah kami hitung. Petugas yang seharusnya libur bersedia mengorbankan waktu istirahatnya sehingga pelayanan di Kota Bandung tidak terganggu,” ucapnya.**