SOREANG, Potensinetwork.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung menyelenggarakan Rapat Paripurna Khusus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kabupaten Bandung.
Acara yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Paripurna ini dihadiri langsung oleh Penjabat/Gubernur Jawa Barat, Pimpinan dan Anggota DPRD, Bupati Bandung, serta unsur Forkopimda.
Rapat dibuka secara resmi dengan pengetukan palu sebanyak tiga kali oleh pimpinan sidang, menandakan dimulainya rangkaian peringatan sejarah panjang kabupaten yang kini memasuki usia hampir empat abad.
Dalam pidato pengantarnya, Pimpinan DPRD menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para perintis pemerintahan, purna bupati/wakil bupati, serta pimpinan dewan terdahulu yang telah meletakkan pondasi pembangunan di Kabupaten Bandung.
Pimpinan juga menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat.
“Pencapaian pembangunan yang kita rasakan hari ini tidak lepas dari kolaborasi kuat dengan Forkopimda, bimbingan Gubernur Jawa Barat, serta dukungan dari anggota DPR RI dan DPD RI asal daerah pemilihan Kabupaten Bandung,” ujar Pimpinan DPRD dalam sambutannya.
Filosofi Sunda dan Pelestarian Alam
Tema peringatan HUT ke-385 tahun ini adalah “Ngrawat Lembur, Ngaronjatkeun Zaman”. Tema ini mengandung komitmen mendalam untuk menjalankan pembangunan yang berlandaskan budaya dan kepedulian terhadap alam.
Pimpinan DPRD mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan tiga relasi utama: hubungan dengan Tuhan (hablum minal loh), hubungan antar sesama manusia (hablum minannas), dan hubungan dengan alam (hablum min’alam). Mengutip filosofi Sunda “kudu bisa nulung kanu butuh, nalang kanu susah” dan prinsip pelestarian lingkungan “Leuweung kaian, gawir awian”, DPRD mengajak seluruh pihak untuk maju tanpa merusak akar budaya dan ekosistem.
“Kemajuan zaman menuntut kita untuk berinovasi, namun jangan sampai budaya kita punah atau alam kita rusak binasa. Kita harus maju, masyarakat sejahtera, namun alam dan budaya tetap terpelihara,” tegasnya.
Capaian Kinerja dan Peluncuran Buku “Jejak Parlemen”
Sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban publik, dalam rapat paripurna ini DPRD Kabupaten Bandung juga memperkenalkan buku berjudul “Jejak Parlemen, Catatan Tahun Pertama DPRD Kabupaten Bandung Periode 2024-2029”. Buku tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Barat sebagai dokumentasi kiprah dewan dalam menjalankan fungsi pembentukan perda, penganggaran, dan pengawasan.
Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa dan pantun (sisindiran) yang merefleksikan harapan untuk Kabupaten Bandung yang semakin “Bedas” (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera) serta Jawa Barat yang istimewa. (Humas Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung)




