News  

Bupati Bandung: Pembangunan Jembatan Radug Bakal Diusulkan Melalui Program IJD

KAB BANDUNG, Potensinetwork.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau pembangunan jembatan sementara bailey di atas aliran Sungai Citarum di Kampung Radug yang menghubungkan Kecamatan Majalaya dan Ibun Kabupaten Bandung, Rabu (6/5/2026).

Jembatan sementara bailey itu sudah bisa dilewati kendaraan roda empat dan roda dua. Pemerintah Kabupaten Bandung akan mengusulkan anggaran pembangunan jembatan permanen Radug itu paling lambat tahun anggaran 2027.

Jembatan Radug itu adalah akses jalan kabupaten yang sebelumnya amblas pada Kamis (16/4//2026) malam. Pada hari Minggu (3/5/2026), jembatan sementara bailey itu sudah bisa dilewati lalulintas kendaraan sepeda motor dan mobil kecil.

Pemasangan jembatan sementara bailey itu sekitar selama 10 hari, setelah melewati pengerjaan sejak 22 April sampai 1 Mei 2026, sedangkan 21 April dilakukan pemasangan bronjong untuk penahan jembatan sementara bailey tersebut. Pada Jumat-Minggu (1-3/5/2026), pengurukan sambungan jembatan sementara bailey supaya bisa dilewati kendaraan.

Baca Juga:  Tanggulangi Banjir Bandang di Desa Panyadap Solokanjeruk, Bupati Bandung Segera Normalisasi Sungai Cisunggalah Secara Manual

Bupati Dadang Supriatna, yang akrab disapa KDS didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa dan Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat yang sudah support dan mendorong terwujudnya pembangunan jembatan sementara bailey.

“Jembatan bailey-nya sudah selesai dan sudah bisa dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua. Jembatan bailey ini yang menghubungkan dua kecamatan, yaitu Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ibun,” kata Bupati KDS di sela-sela meninjau jembatan sementara bailey Radug.

Baca Juga:  Masyarakat Ciheulang Usulkan Peningkatan Pembangunan TPT Sungai, H.Tarya Witarsa Lakukan Pengecekan Ke Lokasi.

KDS menegaskan pembangunan jembatan permanen Radug itu akan dianggarkan paling lambat pada tahun 2027 mendatang. Sebab, jika diusulkan pada APBD Perubahan Kabupaten Bandung karena melihat waktunya terlalu mepet.

“Pembangunan jembatan permanennya kita anggarkan tahun 2027 dengan anggaran Rp16 miliar. Karena kalau di APBD Perubahan tidak mungkin tercapai dan tidak mungkin terlaksana karena pewaktuannya dan anggarannya. Tetapi kita coba usulkan melalui program IJD atau Inpres Jalan Daerah,” tuturnya.

Menurutnya, jembatan Radug itu adalah akses jalan kabupaten, sehingga menjadi tanggungjawab APBD Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Dukung Program MBG: Kabupaten Bandung Dijadikan Model Perluasan Keterlibatan UMKM

“Kita tetap akan usulan ke program IJD karena kondisi fiskal kita dan nanti mana saja yang lebih cepat. Program IJD ini adalah anggaran pusat untuk pembangunan jalan-jalan di daerah. Saya juga akan usulkan ke Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum. Ini merupakan program IJD atau Inpres Jalan Daerah dan tentunya ini menjadi skala prioritas,” tuturnya.

KDS berharap dengan adanya pembangunan jembatan bailey ini kegiatan sehari-hari masyarakat bisa berjalan dengan lancar.**