News  

Shalat Idul Adha 1447 H di Masjidi Al Mumtadz Cimaung

idul adha
KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., khatib Shalat Idul Adha 1447 H di Masjidi Al Mumtadz Cimaung , Rabu (27/5/2026)

“Keluarga Nabi Ibrahim Mengalahkan Tiga Peradaban Besar Dunia Melalui Iman, Bukan Kekuasaan”
KAB BANDUNG, Potensinetwork.com – Umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al-Mumtadz di Jalan Raya Pangalengan, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Rabu (27/5/2026).

KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., yang juga Ketua Baznas Kabupaten Bandung, bertindak sebagai khatib
Dalam khutbahnya KH. Yusuf Ali Tantowi menyampaikan bahwa Al-Qur’an menghadirkan perbandingan menarik antara keluarga Nabi Ibrahim AS dengan tiga peradaban besar dunia yaitu kaum Ad, Tsamud dan Fir’aun.

Ketiga peradaban tersebut memiliki: Kekuatan fisik dan militer, kemajuan teknologi, kekayaan ekonomi, kekuasaan politik, namun akhirnya hancur karena kehilangan nilai ketakwaan.

Sebaliknya keluarga Nabi Ibrahim AS tidak dikenal karena kekuatan militer atau kemegahan bangunan, tetapi karena: ketaatan Nabi Ibrahim, keikhlasan Siti Hajar, kesabaran Nabi Ismail sehingga keluarga mereka diabadikan hingga akhir zaman. Pesan kunci dari khutbah ini yaitu keluarga lebih penting daripada peradaban

Baca Juga:  Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional Digelar di Polsek Cisarua Kabupaten Bandung Barat

Menurut KH. Yusuf Ali Tantowi, sejarah membuktikan bahwa banyak peradaban besar runtuh, tetapi keluarga yang dibangun di atas iman akan terus hidup dalam ingatan manusia.

“Kaum Ad memiliki kekuatan, Tsamud memiliki teknologi, Fir’aun memiliki kekuasaan. Namun keluarga Ibrahim memiliki sesuatu yang lebih besar, yaitu ketundukan kepada Allah,” ujarnya.

KH. Yusuf Ali Tantowi menegaskan, Qurban bukan sekadar menyembelih hewan. Idul Adha mengajarkan bahwa qurban adalah pendidikan jiwa, yang harus disembelih bukan hanya hewan qurban, tetapi juga kesombongan, keserakahan, egoism, sifat pelit, ketidakpedulian sosial

“Hewan qurban hanya simbol. Yang paling penting adalah menyembelih hawa nafsu yang selama ini menguasai diri kita.” Tuturnya.
Keluarga Nabi Ibrahim adalah model keluarga Ideal, keluarga Nabi Ibrahim dibangun atas tiga pilar utama, yakni ayah yang taat adalah Nabi Ibrahim AS, Ibu yang Ikhlas Siti Hajar, dan anak yang berbakti adalah Nabi Ismail AS.

Baca Juga:  DPRD Kab.Bandung Setujui Raperda tentang SOTK

“Ketika ayah, ibu dan anak bertemu dalam keimanan, lahirlah keluarga yang mampu melewati ujian sebesar apa pun,” katanya.
Kritik terhadap materialisme modern

KH. Yusuf menegaskan bahwa manusia modern sering mengukur kemuliaan dengan: harta, jabatan, popularitas, kekuasaan. Padahal Al-Qur’an mengajarkan bahwa semua itu hanyalah ujian.

“Tidak semua yang kaya dimuliakan. Tidak semua yang miskin dihinakan. Yang membedakan manusia di hadapan Allah adalah ketakwaannya,” ujarnya

Kaitan dengan peran BAZNAS
Menurut Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, semangat qurban harus diwujudkan dalam kepedulian sosial yang berkelanjutan, karena itu BAZNAS hadir sebagai instrumen umat untuk pengentasan kemiskinan membantu masyarakat miskin melalui zakat, infak, sedekah dan qurban, pemberdayaan ekonomi, mendorong mustahik menjadi mandiri dan produktif. Penguatan ketahanan keluarga membantu keluarga rentan agar mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi.

Baca Juga:  HUT Gerindra ke-18: Momentum Perkuat Soliditas Kader dan Kawal Program Kerakyatan Prabowo

Penguatan solidaritas sosial menghubungkan masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki dengan masyarakat yang membutuhkan.

“Qurban sejati adalah menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menjalani kehidupan,” kata KH Yusuf Ali Tantowi

Pesan untuk masyarakat kabupaten Bandung
KH. Yusuf mengajak masyarakat Kabupaten Bandung menjadikan Idul Adha sebagai momentum: Memperkuat keluarga, memperkuat kepedulian sosial, memperbanyak berbagi, memperkuat gotong royong, menghidupkan zakat, infak, sedekah dan qurban. ***