Perpustakaan Kota Cimahi Komitmen Layanan Inklusif bagi Anak Difabel

Disarpusda

CIMAHI, Potensinetwork.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi terus memperkuat perannya sebagai ruang publik yang aman, ramah, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Komitmen tersebut terlihat saat para siswa penyandang disabilitas dari SLB Pambudi Dharma 1 Cimahi berkunjung, Selasa (18/8/2026).

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Diah Ajuni Lukitosari menyatakan bahwa pembangunan perpustakaan inklusif merupakan bagian penting dalam menghadirkan layanan publik yang memberikan kesempatan setara kepada seluruh masyarakat.

“Kami ingin memastikan Perpustakaan Kota Cimahi adalah ruang yang ramah, terbuka, dan inklusif bagi semua. Anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses terhadap pengetahuan, informasi, dan pengalaman literasi,” ujar Diah.

Karena itu, kata Diah, kehadiran mereka di perpustakaan bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi menjadi bagian dari komitmen Disarpusda Kota Cimahi untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang tidak membeda-bedakan dan memberikan ruang yang setara bagi setiap anak untuk belajar, berinteraksi, dan berkembang.

Baca Juga:  Jelang Penerimaan Murid Baru, Bupati Bandung : Kepala Sekolah Lakukan Pungli, Saya Copot

“Kami ingin setiap anak yang datang ke perpustakaan merasa diterima, dihargai, dan nyaman. Perpustakaan bukan hanya tentang buku dan membaca, tetapi tentang membuka kesempatan, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan ruang bersama. Tidak boleh ada sekat bagi siapa pun untuk belajar dan mendapatkan manfaat dari perpustakaan,” tuturnya.

Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, menjelaskan kunjungan siswa difabel menjadi pengalaman penting bagi jajaran perpustakaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna.

“Perpustakaan adalah milik semua masyarakat. Karena itu, tidak boleh ada siapa pun yang merasa bahwa perpustakaan bukan tempat untuk mereka. Anak-anak difabel harus merasa diterima, nyaman, aman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta mendapatkan pengalaman literasi di perpustakaan,” terangnya.

Baca Juga:  KKM Madrasah Aliyah telah Kukuh Kepengurusannya, Kakanwil Kemenag Jabar Sampaikan Amanat MAN harus Berkolaborasi dan Berinovasi

Menurutnya, pelayanan inklusif membutuhkan lebih dari sekadar penyediaan fasilitas. Hal tersebut juga harus dibangun melalui budaya pelayanan yang mengedepankan empati, kesetaraan, keramahan, dan kesediaan memahami kebutuhan setiap pemustaka.

Sementara itu, Lilis Martinah, guru pendamping bidang kesiswaan SLB Pambudi Dharma 1 Cimahi menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan oleh Perpustakaan Kota Cimahi selama kegiatan kunjungan berlangsung.

“Alhamdulillah, pelayanan yang diberikan sangat menyenangkan. Petugasnya juga ramah dan memberikan pelayanan dengan baik, sehingga anak-anak merasa nyaman selama berada di perpustakaan,” ucapnya.

Baca Juga:  Reno, Mahasiswa Teknik Elektro UIN SGD Bandung Berhasil Torehkan Prestasi Internasional

Menurut Lilis, pengalaman kunjungan tersebut memberikan kesan positif bagi siswa maupun pihak sekolah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga siswa difabel memiliki kesempatan untuk mengenal perpustakaan dan memperoleh pengalaman literasi secara langsung.

“Harapan kami kedepan, kunjungan seperti ini bisa diagendakan secara rutin. Kami juga berharap ada fasilitas-fasilitas penunjang yang semakin mendukung kebutuhan anak-anak difabel, sehingga mereka bisa lebih nyaman dan mudah dalam mengakses layanan serta fasilitas perpustakaan,” pungkasnya.(*)