News  

Wamenko Pangan Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih dan Cek Kesiapan Operasional di Indramayu

Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU, Potensinetwork.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, DR,Hanif Faisol Nurofiq,S,HUT,MP meninjau langsung pembangunan dan kesiapan operasional Koperasi Merah Putih di desa Rambatan Kulon kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, Kamis 20/08/26

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan program Koperasi Merah Putih berjalan optimal sebagai motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan di desa.

Turut mendampingi dalam kinjungan ini Bupati Indramayu Lucky Hakim yang di wakili oleh plt Sekretaris Daerah Drs Aan Hendrajana,M,Si, Dandim 0616 Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo,SE,plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM,H Erpin Marpinda SH MH, Kepala Dinas ketahanan pangan dan pertanian Pertanian, Drs.H. Sugeng Heryanto,M,Si serta jajaran Forkopimcam Lohbener dan kepala desa Rambatan Kulon H Kuswanto.

Baca Juga:  Massa STM Ikut Turun, Protes Pemerintahan Jokowi

Titik peninjauan berada di Koperasi Merah Putih Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Wamenko Pangan mengecek progres pembangunan gerai, gudang penyimpanan, unit simpan pinjam, serta sarana penunjang seperti cold storage dan kendaraan distribusi.

“Indramayu ini lumbung pangan nasional. Koperasi Merah Putih di sini harus jadi contoh. Kita cek kesiapannya mulai dari kelembagaan, permodalan, SDM, sampai jaringan distribusinya,” ujar Wamenko.

Ia menegaskan Koperasi Merah Putih harus menjadi pusat distribusi pangan murah untuk menstabilkan harga di desa, kemudian kopdes merah putih harus menjadi off taker komoditas petani agar tidak ada lagi panen raya tapi harga anjlok. Dan yang tak kalah penting koperasi harus mampu Menyediakan layanan simpan pinjam dengan bunga terjangkau untuk modal usaha warga

Baca Juga:  Bupati Bandung: Program Besti Untuk Para Penghafal Al-Quran

“Koperasi ini bukan proyek seremonial. Harus jalan, harus untung, dan harus dirasakan manfaatnya oleh anggota dan masyarakat desa,” tegasnya. (Nuryasin)