News  

Bupati Sumedang: Literasi Fondasi Membentuk Kualitas SDM

SUMEDANG, Potensinetwork.com – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang kritis, bijak, santun, dan kreatif.

“Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami berbagai hal di sekitar kita. Setelah membaca, harus ada inspirasi dan motivasi yang mendorong kita menjadi lebih bijak dalam berpikir, lebih kritis menilai informasi, lebih santun dalam berbicara, dan lebih kreatif dalam berkarya,” jelasnya saat membuka Festival Literasi Sumedang Tahun 2026 di Gedung Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang dihadiri para pelajar, mahasiswa, guru, serta berbagai lapisan masyarakat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kualitas literasi masyarakat di Kabupaten Sumedang.

Baca Juga:  Jelang Pilkada Serentak 2024, Kapolres Subang Ariek Indra Sentanu: Pelihara Harkamtibmas agar Pemilu Berjalan Aman dan Damai

Menurutnya, literasi harus dimaknai secara luas. Selain membaca, menulis, dan berhitung, masyarakat juga perlu memiliki kemampuan membaca dunia, membaca zaman, memahami persoalan, menyikapi perubahan, serta mengenali dirinya sendiri. Penguatan literasi merupakan bagian penting dari upaya membangun masa depan Sumedang. Sebab, kualitas pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

“Masa depan Sumedang ada pada kualitas SDM, dan fondasi kualitas SDM itu adalah literasi. Karena itu, mari kita terus tingkatkan literasi masyarakat,” tegasnya.

Masyarakat agar tidak hanya cepat menerima dan menyebarkan informasi, tetapi juga mampu memahami serta memeriksa kebenarannya. derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir yang matang.

Baca Juga:  Prajurit Siliwangi Sambut Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si

“Jangan hanya cepat membaca judul, tetapi tidak membaca isinya. Jangan cepat berkomentar sebelum memahami persoalannya. Begitu juga ketika menerima dan menyebarkan informasi, periksa terlebih dahulu kebenarannya,” katanya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Hari Tri Santosa menyampaikan, Festival Literasi Sumedang diselenggarakan untuk mempromosikan layanan perpustakaan sekaligus mengembangkan budaya baca dan literasi masyarakat.

“Festival literasi upaya memberikan dampak positif terhadap pencapaian indikator literasi daerah. Sumedang saat ini meraih peringkat keempat dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam indikator kegemaran membaca,” ujarnya.

Baca Juga:  Monitoring Harga Kepokmas, Bupati Bandung: Cadangan Beras Relatif Aman

Festival Literasi Sumedang 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 September 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai layanan dan aktivitas yang melibatkan sejumlah perangkat daerah serta instansi terkait.

Di antaranya, cek kesehatan gratis, layanan kependudukan, mini job fair, pasar murah, pameran produk transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, pameran buku, gelar bicara, workshop digitalisasi perpustakaan, bedah buku, serta bincang literasi.***