Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan di Sumatera Capai Progres Signifikan

JAKARTA, Potensinetwork.com –  Potensinetwork.com. – Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan progres pemulihan sektor kesehatan di daerah pascabencana mengalami kemajuan signifikan.

Dari puluhan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), ratusan Puskesmas, dan Puskesmas Pembantu (Pustu), hampir seluruhnya telah beroperasi 100 persen.

Hal itu disampaikan Tito usai memimpin Rapat Koordinasi dan Press Release Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Kesehatan Pascabencana Alam di Sumatera secara hybrid dari Posko Satgas PRR, Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (15/10/2026).

“RSUD hampir 100 persen semua, Puskesmas 100 persen, tinggal enam Pustu. Dan kita sampaikan ini agar masyarakat bisa mengetahui bahwa proses percepatan rehab rekon yang ditarget tiga tahun 2026, 2027, 2028 ini terus berjalan,” ujar Tito.

Baca Juga:  Mendagri Tito Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Laurentius Say Maumere

Tito mengapresiasi langkah cepat Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengerahkan berbagai kekuatan untuk mengoptimalkan penanganan kesehatan pascabencana.

Presiden Beri Bantuan Anggaran Tiga Kali

Menurut Tito, upaya intensif pemerintah pusat tersebut bisa menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah setempat untuk juga melakukan percepatan pemulihan. Apalagi Presiden Prabowo Subianto telah memberikan atensi khusus berupa bantuan tambahan anggaran kepada daerah sebanyak tiga kali.

Pertama, bantuan sebesar Rp4 miliar untuk tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) bagi masing-masing 52 kabupaten/kota di tiga provinsi, serta Rp20 miliar untuk masing-masing 3 provinsi terdampak.

Baca Juga:  Kembali ke Kampus Agar Lebih Bebas … Hadapi Perilaku Orang-orang Merugikan Bangsa, Staf Ahli Ini Nekad Undurkan Diri

Kedua, Bantuan Keuangan Presiden Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,64 triliun pada Februari lalu.

Ketiga, Bantuan Keuangan Presiden melalui TKD sebesar Rp1,4 triliun bagi provinsi, kabupaten, dan kota terdampak bencana Sumatera.

Masih Ada Daerah Realisasi di Bawah 10 Persen

Melalui dukungan masif dari Presiden tersebut, Tito berharap daerah dapat melakukan percepatan pemulihan. Pasalnya, berdasarkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri per 12 Oktober 2026, masih ada daerah yang realisasi anggaran TKD tambahannya belum optimal dan di bawah 50 persen, bahkan ada yang di bawah 10 persen.

“Ada juga yang realisasi anggarannya masih di bawah 10 persen padahal ini sudah bulan Oktober pertengahan. Dengan adanya zoom meeting ini saya berharap teman-teman dari kepala daerah terpancing sambil kami juga melakukan pendampingan, turun, supaya mereka gunakan uangnya,” sambung Tito.

Baca Juga:  Potensi Bahaya Ratusan Ha, Karhutla di Pulang Pisau Kalteng Berhasil Dipadamkan

Ia kembali menekankan bahwa langkah pemulihan merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pusat maupun daerah.

“Pemulihan ini harus dikerjakan bersama-sama. Pusat dapat anggaran, juga K/L dan juga daerah yang juga dapat anggaran, sama-sama paralel bekerja,” tandasnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir, serta pejabat terkait dari Kementerian/Lembaga dan daerah.*Sumber: Satgas PRR