News  

Kesulitan Ekonomi, Sejumlah Warga Ajukan Penurunan Desil ke Dinsos Kabupaten Bandung

SOREANG, Potensinetwork.com –  – Sejumlah warga meminta penjelasan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung, terkait pengajuan  penurunan desil (pemeringkatan tingkat kesejahteraan rumah tangga, terkait kondisi sosial dan ekonomi-red).

Pasalnya, kondisi ekonomi mereka mengalami penurunan sehingga  memerlukan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

“Saya datang ke Dinsos untuk berkonsultasi terkait proses penurunan desil. Sebab, untuk mendapatkan bansos pemerintah, desilnya harus diturunkan dulu sesuai dengan kondisi ekonomi saya saat ini,” kata Mulyani (56) warga Kecamatan Kutawaringin saat  ditemui di kantor Dinsos Kabupaten Bandung, Jumat, 14 Agustus 2026.

Ia mengatakan, dirinya datang dan berkonsultasi ke Dinsos, karena menurut informasi awal, bahwa yang berwenang menurunkan desil, yakni Dinsos. “Makanya, saya datang ke sini, untuk menanyakan langsung, benar tidak informasi itu?” ujarnya.

Sebelum meminta penjelasan dari Dinsos, lanjut Mulyani, dirinya sebelumnya sudah mendapatkan informasi awal, bahwa untuk mendapatkan bansos, terlebih dahulu harus merubah data pekerjaan yang tertera di dalam KK (Kartu Keluarga) dan KTP. Perubahannya, dari pekerjaan di KK dan KTP tercatat wiraswasta harus diubah menjadi buruh harian lepas (BHL).

“Nah sekarang, di KTP dan KK saya, pekerjaannya sudah berubah menjadi BHL. Prosesnya sekarang, tinggal, menurunkan desil. Dari desil 6-10 yang tergolong masyarakat mampu, diturunkan menjadi 1-4 yang tergolong warga kurang mampu,” tutur Mulyani menjelaskan.

Baca Juga:  Bupati Bandung: TPS3R Rancaekek Kencana Jadi Pilot Project Solusi Bebas Sampah Organik

Hanya saja,  kata dia, setelah berkonsultasi dengan Dinsos,  ternyata Dinsos tidak berwenang menurunkan desil. Yang berwemang menurunkan desil itu, yakni BPS (Badan Pusat Statistik). Itu pun harus melalui proses yang cukup panjang dan relatif lama. Selain dilakukan pendataan lengkap terkait kondisi.ekonomi keluarga saat ini, juga harus dibuktikan dengan hasil survey ke rumah langsung oleh petugas.

“Pendataannya pun harus lengkap dan menyeluruh. Mulai dari pekerjaan, penghasilan.per bulan  pengecekan rumah dan aset tanah serta  kendaraan. Termasuk pengecekan  kalau-kalau punya cicilan kendaraan atau pun kredit perbankan,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bandung Hery Herawan, S.Sos.  M.K.P. tak memungkiri relatif banyak warga yang menanyakan sekaligus berkonsultasi tentang perubahan desil ke kantor Dinsos.

Itu terjadi, walaupun sudah ada petugas Puskesos di desa yang khusus menangani terkait hal itu,  termasuk warga juga bisa mengakses layanan online.

Baca Juga:  Geo Dipa Dukung Usul Bupati Bandung Soal Hak Partisipasi Pengelolaan Panas Bumi

“Memang banyak juga, warga yang menanyakan perubahan desil ke kantor Dinsos ini. Seharusnya  bisa menanyakan langsung ke  petugas Puskesos  di desa. Nanti, petugas Puskesos lah yang akan menjelaskan tentang pengajuan perubahan desil. Akan tetapi,  yang melaksanakan perubahan desil bukan Dinsos, melainkan  BPS,” ujarnya meluruskan informasi.

Perubahan desil Itu pun, kata dia, sebelumnya  harus melalui proses pendataan menyeluruh oleh petugas PKH (Program Keluarga Harapan), terutama petugas Puskesos di kantor desa, terkait kondisi ekonomi terkini. Bahkan kebenaran data itu, akan dibuktikan langsung dengan survey langsung ke rumah warga pemohon.

Petugas Puskesos desa akan mendata besaran penghasilan per bulan, kondisi rumah lengkap dengan fotonya hingga mengecek aset tanah berikut  kepemilikan kendaraan.
Termasuk mendata kemungkinan,  tersangkut masalah utang- piutang.

“Misalnya, apakah pemohon punya cicilan kendaraan, pinjaman kredit perbankan atau pinjaman lainnya?  Selain itu,  akan dicek juga, apakah pemohon disinyalir  tersangkut pinjol atau  judol tidak? Hati-hati juga dengan anggota keluarga kita yang ada di KK. Jangan sampai tersangkut pinjol atau judol karena secara otomatis yang kena dampaknya satu KK,” ujar Hery.

Dalam proses pendataan tersebut, lanjutnya, secara online akan terkoneksi dengan data-data di lembaga dan instansi lainnya. Misalnya, dengan data perbankan, OJK, Samsat termasuk dengan medsos juga. Oleh karena itu, proses pendataan hingga pengecekannya cukup panjang dan relatif lama juga.

Baca Juga:  Bantuan Alsintan untuk Petani, Dadang Supriatna: Semua Anggota Poktan Berhak Memanfaatkannya

“Walau pun jenis pekerjaan pemohon di KK dan KTP sudah berubah menjadi BHL, belum tentu bisa turun desil hingga mendapatkan bansos. Semua itu  tergantung hasil pendataan dan pengecekan petugas Puskesos desa yang tersambung ke  BPS,” katanya.

Menurut Hery, apabila ada masyarakat yang merasa pemeringkatan desilnya tidak sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi terkini, bisa mengajukan perubahan dan  pembaharuan data ke bagian Puskesos di kantor desa setempat. Bisa juga, dilakukan melalui layanan online.

Selanjutnya, petugas akan melaporkannya melalui aplikasi dan akan ditindaklanjuti dengan survey ke lapangan, sekaligus mengecek langsung ke rumah warga pemohon.

“Jadi, ketimbang mengajukan penurunan desil,  lebih baik mengajukan  pembaharuan data dulu ke Puskesos di kantor desa. Bukan tidak mungkin, dari hasil pendataan  oleh petugas Puskesos, desil pemohon bisa turun,  sesuai dengan kondisi  ekonomi keluarganya terkini,” ucapnya. ***