KAB.BANDUNG, Potensinetwork.com – Sekolah Rakyat (SR) Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung menggelar acara Open House di Aula SR Soreang, Sabtu (17/10/2026).
Acara bertema “Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani” ini menjadi momentum memperkenalkan wajah baru serta kurikulum khusus dalam membangun harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan yang layak.
Hadir dalam acara tersebut Camat Soreang Drs. H. Haris Taupik, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Bandung, para orang tua murid, serta tamu undangan lainnya. Sebagai bentuk rasa syukur, acara diisi zoom meeting dengan Kementerian Sosial, pemotongan tumpeng dan doa bersama, serta penampilan kreasi siswa-siswi SR Soreang.
Acara Open House terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan momen ulang tahun Presiden RI Prabowo Subianto yang merupakan pencetus ide dan gagasan berdirinya Sekolah Rakyat.
Kepala Sekolah Rakyat Soreang, Tintin Sri Suprihatin, M.Pd mengatakan, sekolah rakyat harus berkolaborasi dengan seluruh lapisan masyarakat, terutama di lingkungan terdekat.
Ia menyebutkan, Sekolah Rakyat yang dulu bernama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 ini melayani tiga jenjang pendidikan terintegrasi, yaitu SD, SMP, dan SMA. Saat ini terdapat delapan asrama yang belum terisi penuh.
“Hari ini tercatat ada 415 murid siswa baru, sehingga total keseluruhan siswa saat ini mencapai 512 orang. Jumlah ini termasuk siswa pindahan dari SMA 11 Bandung yang awalnya berada di Kampus Kota Bandung,” ujar Tintin.
Menurutnya, murid SR Soreang berasal dari lima Dinsos, yaitu Dinsos Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Dinsos Provinsi.
“Jadi ada siswa kami yang dari Garut, Pangandaran juga ada. Dari Jawa Barat bisa. Jadi tergantung penjangkaunya siapa,” katanya.
Untuk pendaftaran, orang tua siswa bisa menghubungi Dinas Sosial. Selanjutnya Dinsos akan menyurvei melalui pendamping PKH dan pendamping Rehsos (Rehabilitasi Sosial).
“Dengan catatan berasal dari keluarga prasejahtera, atau desil 1, desil 2. Kalau tidak terdata di desil tapi kondisi ekonominya memang layak untuk SR, juga bisa,” imbuhnya.
Rekrut 94 PPPK Baru
Terkait tenaga pendidik, Tintin mengungkapkan SR Soreang baru kedatangan 94 PPPK.
“Tenaga pendidiknya kami baru kedatangan teman-teman perekrutan P3K yang baru. Baik itu dari gurunya, baik dari wali asuh, wali asrama, juga tenaga administrasi lainnya. Per 1 Oktober kemarin kami kedatangan 94 P3K baru untuk mendukung proses kependidikan di sini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi akan diarahkan untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di jenjang SMA dan dicarikan universitas yang bisa menampung.
“Jadi anak yang memang ingin kuliah kami arahkan untuk ikut TKA nantinya di jenjang SMA. Kemudian kami carikan universitas mana yang memang bisa menampung mereka,” katanya.
Terapkan 3 Kurikulum Khusus
Tintin menjelaskan, berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Rakyat menerapkan tiga program kurikulum utama guna membentuk kedisiplinan dan karakter siswa.
Pertama, Kurikulum Persiapan (Learner Preparatory/Orientasi) berlangsung sekitar 2 bulan setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Fokus pada penyesuaian diri dan asesmen dasar kemampuan peserta didik, seperti membaca, menulis, dan berhitung (Calistung).
Kedua, Kurikulum Sekolah Formal yang mengacu pada standar nasional Kemendikdasmen / Kurikulum Merdeka. Disajikan berbasis Learning Management System (LMS) dan modul interaktif melalui perangkat digital/laptop. Menggunakan sistem multi-entry dan multi-exit, sehingga siswa bisa masuk kapan saja dan menyelesaikan modul sesuai kecepatan masing-masing.
Ketiga, Kurikulum Asrama (Boarding) yang berfokus pada pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai, serta pemetaan bakat dan minat siswa. Didukung pendampingan harian untuk membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan kedisiplinan.
Program wajib ini berlangsung selama dua minggu untuk melatih literasi, numerasi, serta adaptasi kehidupan berasrama dan berkolaborasi dengan pihak eksternal.
Dukungan Pemerintah Daerah
Camat Soreang, Drs. H. Haris Taupik menyampaikan rasa haru dan bangganya melihat anak-anak didik yang kini bisa tersenyum dan merajut mimpi kembali. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat kecil yang kesulitan memikirkan biaya sekolah.
Ia menambahkan, Bupati Bandung sangat merespons positif program pro-rakyat dari pemerintah pusat tersebut. Kabupaten Bandung diproyeksikan akan memiliki total 4 Sekolah Rakyat terintegrasi.
Yaitu SR Stadion Si Jalak Harupat sebagai rintisan pertama, Cipetir, Soreang yang saat ini digunakan sebagai SR nomor 4, SR Ciwidey yang lahannya disiapkan Pemkab Bandung dan akan dibangun Kemensos, serta SR Dayeuhkolot yang direncanakan dibangun di sekitar kompleks Universitas Telkom, terintegrasi dengan sekolah perhotelan NHI.
Pihak sekolah dan pemerintah berharap masyarakat sekitar dapat menerima keberadaan Sekolah Rakyat Soreang dengan hangat dan bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak. (Fen)




