Ia menuturkan, perkembangan pasar digital harus disertai dengan sosialisasi dan edukasi yang masif kepada pelaku UMKM.
Maka, ia mendorong Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Sumedang melakukan dua hal tersebut.
“Termasuk para pedagang warung. Di dalamnya mungkin bukan (hanya) anak muda, bisa jadi ibu-ibu atau bapak-bapak. Sehingga pada saat masuk aplikasi melakukan transaksi masih bingung. Kedah kumaha ieu ngalaksanakeun permohonan barang dari yang lain,” kata Uu.
“Karena salah satu solusi tentang kebuntuan, tentang berkurangnya UMKM di Jawa Barat, mudah-mudahan Inginapa Indonesia adalah menjadi salah satu daya ungkit dan solusi untuk berkembangnya UMKM di Jawa Barat,” ujarnya.
Direktur PT Inginapa Indonesia, Sobar Bachtiar, menuturkan, awal mula berdirinya aplikasi Inginapa Indonesia untuk mewujudkan aspirasi pelaku UMKM di Kabupaten Sumedang.
Kemudian, lanjutnya, penjualan secara digital dapat mempermudah transaksi dan promosi pada masyarakat luas.
“Mudah-mudahan dengan di-launching-nya aplikasi ini, saya harap Kabupaten Sumedang khususnya, bisa bertransformasi dalam hal perekonomian dari manual ke digital,” kata Sobar.
“Mudah-mudahan juga pemerintah akan men-support kita, saling berkolaborasi untuk bisa mengembangkan UMKM yang ada di daerah,” katanya.***
*










