POTENSINETWORK.COM. – Banjir yang melanda Desa Long Pada, Kecamatan Sungai Tubu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, mulai Surut Rabu (4/5) malam.
Banjir mengakibatkan sejumlah kerusakan bangunan.
Tidak ada laporan korban jiwa atau pun warga yang mengungsi saat bencana ini terjadi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/5), pukul 04.00 WITA.
Banjir terjadi setelah hujan lebat yang akhirnya menyebabkan debit air Sungai Tubu meluap.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malinau melaporkan 49 KK atau 290 warga desa terdampak banjir yang telah surut pada malam ini.
Dampak banjir antara lain rumah warga terendam 26 unit, rumah rusak sedang 8 unit, rumah dinas desa rusak berat 1 unit, fasilitas pendidikan rusak berat 3 unit dan perahu hanyut 2 unit.
BPBD setempat telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk pendataan dampak banjir tersebut.
Selain itu, personel memberikan imbauan kepada warga yang berada di bantaran sungai atau dataran rendah untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir susulan.
Menghadapi banjir di Kawasan ini, BPBD bersama TNI, Polri serta aparat desa dan kecamatan bersiaga untuk upaya penanganan darurat.
Sementara itu, analisis inaRISK mengidentifikasi 13 kecamatan di daerah ini ini berpotensi banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga tetap siaga terhadap potensi banjir susulan.
Langkah petugas BPBD yang menginformasikan warga bantaran untuk waspada sudah tepat, khususnya mengantisipasi banjir kiriman dari hulu.
Upaya lain yang dapat dilakukan yaitu menjalin koordinasi dan komunikasi terkait potensi hujan antara aparat desa atau kecamatan di kawasan hulu maupun aparat di wilayah Sungai Tubu.
Rencana kesiapsiagaan keluarga seperti identifikasi rute evakuasi atau tempat evakuasi sementara dapat diupayakan sejak dini.
Selain itu, setiap keluarga dapat mempersiapkan tas siaga bencana dengan barang-barang yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga.***






