Menurutnya, ada beberapa kategori usaha yang di prioritaskan untuk Bimtek kali ini. “Yaitu berkaitan dengan bahan baku, kita sedang meningkatkan komuditi umbi porang. Selain untuk pengganti beras bisa dibuat untuk bahan lainya, diantaranya kosmetik dan lainnya,” kata Rifki.
Dia mengtakan, ekspor porang akan distop dulu untuk diolah di dalam negri. “Beras porang harganya menarik. Tingkat karbohidratnya lebih rendah baik untuk konsumsi dan banyak di minati pangsa pasar bebas. Beberapa alternatif bahan baku selain beras bisa kita olah,” ucapnya.
Oleh karena itu, tutur dia, pemerintah pusat tidak main-main dengan menerjunkan tim ahli dibidang masing-masing, diantaranya Dirjen IKM dan Aneka Ir. Reni Iyanita, M.Si. Termasuk Riefky Yuswandi, ST, M.Comm (Plt. Direktur IKM Pangan, Furniture dan bahan bangunan).
Kadis Indag Dicky Anugrah, SH., M.Si., mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak pemerintahan pusat, khsusnya kementrian perindustria yang telah melaksanakan Bimtek tentang cara pengolahan makanan siap saji, pengolahan bata, pengolahan susu, pengolahan bahan bangunan dan Asmart.
“Ini sesuai misi bupati yang ingin meningkatkan kemampuan para pelaku IKM di daerah, diantaranya para pelaku usaha harus bisa mengolah, mengemas dan memasarkan, jadi pihak pemerintahan Kabupaten Bandung melalui disperdagin memfasilitasi tempat kegiatan tersebut,” ucapnya.
“Alhamdulilah kita mendapatkan Dana DAK untuk membangun atau merekapitalisasi untuk menjadi sentral pemasaran Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Bandung.dan terbagi menjadi empat katego RI pelatihan,” ucap Dicky Anugrah kepada wartawan.
Menurut informasi dari pihak panitia, peserta pelaku UKM Kabupaten Bandung yang hadir diantaranya bidang bangunan 20 orang, bidang E smart 100 orang, bidang pengolahan susu 16 orang, kursus depot air minum 30 orang.
Salah satu pelaku usaha kecil mengatak sangat senang dengan acara tersebut karena bisa menambah pengetahuan mereka.(Setiawan)







